Connect with us

Lorong

Benang Kusut Pasar Wisata Pangandaran


1787784
NASIB Pasar Wisata Pangandaran, dipertaruhkan setelah terbakar, Kamis lalu (20/10/2011). Apakah akan dilanjutkan, ataukah beralih fungsi? Para pedagang pun menjadi resah, lantaran sudah berhembus kabar, Pasar Wisata akan ditinjau ulang.

Pasar Wisata Pangandaran, sejak dibangun tahun 2002 silam sudah menuai masalah. Saat itu, Bupati Ciamis dijabat H. Oma Sasmita, pembangunan Pasar merogoh anggaran Rp 10 Miliar. Waktu itu  pernah mencuat dugaan tidak sedap, yakni penggelembungan anggaran.
Setelah usai dibangun, peruntukkannya pun dipandang tidak sesuai dengan rencana awal. Semakin menguat, setelah pantai Pangandaran luluh lantak dihantam Tsunami tahun 2006, Pasar Wisata semakin kehilangan jati diri.

Siang hari menjajakan souvenir, malam hari disulap menjadi kafe-kafe. Lampu remang-remang, dan hentakan musik mewarnai suasana malam. Kesannya semakin miring, lantaran seringkali tampak wanita-wanita dengan dandanan mengundang syahwat. Bila melewati Blok B malam hari, wajah puluhan kios berubah. Kafe plus karaoke dengan pemandu lagu wanita yang bisa diajak kencan.

Warga setempat sudah gerah dengan kondisi itu. Pernah beberapa kali protes, agar pantai Pangandaran steril dari segala macam bentuk maksiat. Para ulama setempat sering menyuarakan ketidaknyamanan kondisi itu di pengajian rutin warga. Namun, hingga Pasar Wisata Pangandaran terbakar tempo lalu, masih tetap bergeming.

Persoalan yang tak pernah tuntas, malah terus berlarut-larut dan semakin kusut. Penataan ulang, yang digembar-gemborkan paska Tsunami 2006 pun, perlahan gaungnya tenggelam.
Lagi-lagi, setelah peristiwa kebakaran pun, rencana penataan ulang  Pasar Wisata Pangandaran terdengar santer. Tetapi rupanya, perlu bercermin pada peristiwa Tsunami yang sebetulnya menjadi momentum tepat untuk merombak tata ruang dan peruntukan Pasar Wisata saat itu.

Bahkan, bukan saja Pasar Wisata, melainkan terkait dengan keseluruhan penataan kawasan wisata Pangandaran. Artinya, saat itu, bisa saja secara serius menata kembali, tidak hanya kawasan Pasar Wisata, namun secara menyeluruh, mulai dari kawasan Pantai Barat maupun Pantai Timur termasuk sarana penunjang wisata lainnya. Walau bagaimanapun Pasar Wisata tidak bisa dipisahkan dengan penataan pantai Pangandaran, sebagai satu kesatuan yang saling mendukung.***

foto inilahjabar.com


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lorong

  • Lorong

    Kesinambungan Bantuan Bencana

    MESTI dirancang program bantuan yang menyentuh kesinambungan hidup para pengungsi. Pemberdayaan ekonomi korban bencana menjadi sangat...

  • Lorong

    Hijrah: Lahir dan Batin

    HARI Jumat, 24 Juli 2015, malam terakhir awak redaksi berpacu dengan tenggat waktu di kantor lama,...

  • Lorong

    Fenomena Gunung Es Kekerasan pada Anak

    KASUS pembunuhan bocah Angeline di Bali menyita perhatian publik. Masih hangat juga, kasus penelantaran dan kekerasan...

  • Ekbis

    APBD Prorakyat

    SUDUT pandang yang berbeda antara komposisi belanja langsung dan belanja tidak langsung seringkali menjadi perdebatan birokrasi...

  • Lorong

    Impresi Laksana

    KAMI pernah merasakan kegetiran saat fluktuasi rupiah jumpalitan hingga titik terendah. Tahun 1997, deregulasi uang ketat...

  • Lorong

    Love Games

    DARI larik pertama sampai terakhir. Setiap kata dan ritma sama-sama menggairahkan. Cabikan bas Mark King langsung...

Terhangat

BÉDA rasa, kecap 'nangtung', 'dahar', saméméh dianteur ku kecap 'jung' jeung 'am'. Kecap anteuran ngagambarkeun mimiti migawé. Kecap 'dahar' bisa waé ditapsirkeun eukeur atawa geus dahar. Tapi mun 'am dahar', nu kacipta téh ngamimitian ngahuap. Sarua jeung trét nulis. #preposisi

About 14 hours ago from Duddy RS | Solilokui's Twitter via Twitter for Android

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: