Connect with us

Metrum

Berandalan, Loyal dan Eksis


GERAKAN berkesinambungan demi mempersempit ruang berandalan bermotor harus digelorakan. Salah satunya dengan memberlakukan jam malam bagi para pelajar. Perusakan kantor Harian Umum “Kabar Priangan” malam tahun baru tempo hari, bisa menjadi momentum untuk refleksi. Fakta itu tak bisa dibantah.

Pemberlakuan jam malam mengemuka ketika Wali Kota Tasikmalaya, H. Budi Budiman berkunjung ke Kantor Harian Umum “Kabar Priangan”, di Jalan Dindingari Raya No. 12, Perum Bumi Resik Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Senin (5/1/2015).

Setelah insiden malam tahun baru itu, Pemerintah Kota Tasikmalaya terus berkordinasi dengan Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota untuk mempersempit ruang gerak berandalan bermotor dan aktivitas kenakalan remaja lain, termasuk penggunaan minuman keras dan obat terlarang.

Selain itu, dipandang efektif bila para pelajar dilarang membawa sepeda motor ke sekolah. Menurut Sekretaris DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Tasikmalaya Tasikmalaya, Andi Ibnu Hadi, SH, langkah itu sangat masuk akal.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sangat jelas, syarat memiliki SIM A atau C harus berumur 17 tahun. Artinya, pelajar SMP dan SMA atau sebelum berusia 17 tahun dilarang membawa motor.

Bila langkah itu dilakukan secara konsisten, lambat-laun mempersempit peluang remaja untuk berbuat tidak wajar. Dari hulu sampai ke hilir harus mendukung langkah itu. Ada banyak cara agar berandalan itu loyal dan eksis secara positif. ***

foto Erwin Widyagiri/”Kabar Priangan”


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
3 Komentar

3 Komentar

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Metrum

  • Metrum

    Orasi dan Puisi

    TAK ada angin tak ada hujan perbincangan para aktivis mahasiswa menukik tajam pada naluri paling dasar....

  • Metrum

    Rekognisi Desa

    LARIK-LARIK nyanyian Desaku karya Liberty Manik masih terngiang hingga kini. Lagu itu jadi andalan saat disuruh...

  • Metrum

    Berkarya dan Mengabdi

    PERJALANAN tak cuma menempuh jarak, tetapi juga menata gerak dan waktu yang menentukan titik balik eksistensi....

  • Metrum

    Dialog Semesta

    BERDIALOG dengan semesta. Sepintas seperti orang gila. Bahkan sangat tipis dengan kesesatan. Lalu sering disalahpahami dan...

  • Metrum

    Intelektual Organik

    DESA adalah kekuatan. Ungkapan itu tajam. Menjadi larik dalam sebuah nyanyian Iwan Fals. Membuka mata banyak...

  • Metrum

    Gara-gara Konflik

    KEDAMAIAN tak mengenal kebohongan. Pertarungan sejatinya menjadi ruang artikulasi yang sehat. Arena mengasah batin. Melahirkan kesatria....

Terhangat

BÉDA rasa, kecap 'nangtung', 'dahar', saméméh dianteur ku kecap 'jung' jeung 'am'. Kecap anteuran ngagambarkeun mimiti migawé. Kecap 'dahar' bisa waé ditapsirkeun eukeur atawa geus dahar. Tapi mun 'am dahar', nu kacipta téh ngamimitian ngahuap. Sarua jeung trét nulis. #preposisi

About 14 hours ago from Duddy RS | Solilokui's Twitter via Twitter for Android

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: