Connect with us

Sosbud

Cahaya Bulan di Buruan


full-moon-in-cloudsDULU, tak usah repot mencari taman tempat bermain. Lantaran nyaris di setiap rumah, ada buruan. Pekarangan rumahitu, biasanya tidak ditanami, dibiarkan lengang. Dikira-kira, buruan mengandung makna nu diburu-buru atau nu dibageakeun.

Ternyata buruan memiliki banyak fungsi. Pagi sampai siang biasanya digunakan untuk menjemur hasil bumi, sedangkan sore, jadi taman bermain anak-anak. Namun sekarang, buruan semakin mengerut. Apalagi di kawasan perkotaan.

Ahad (7/9/2003), lima belas pasangan mojang dan jajaka Tasik mengingatkan fungsi buruan saat memeragakan tarian Ngabungbang di Hotel Mangkubumi. Bungbang artinya lenglang  atau lengang. Selain itu, ngabungbang juga berlaku untuk sekelompok orang yang  terjaga sepanjang malam di ruang terbuka. Biasanya, terpusat di tempat yang dianggap keramat setiap malam tanggal 14 Mulud.

Namun, sang penata tari Ngabungbang, Ghea Devi Iriani, merekontruksi suasana lain yang dihadirkan sekelompok remaja saat bermain di bawah cahaya bulan. Saat bulan purnama, selain jadi ajang bermain kalangan bocah, juga dimanfaatkan kaum remaja yang sedang bergedebur suasana hatinya.

Di satu tempat sekelompok bocah bermain ucing kalangkang. Sang kucing baru dikatakan berhasil bila mampu menginjak bayangan mangsanya. Sedangkan, di tempat lain, sekelompok remaja lain memanfaatkannya untuk berkencan. Cahaya bulan melatari suasana menjadi romantis.

“Saat ini, orang Sunda umumnyasudah jarang menjalani ngabungbang,” ujar Ghea. Paling tidak, tarian Ngabungbang, kata Mojang Tasik 2002 itu, mengingatkan salah satu aktivitas budaya masa lalu. “Mudah-mudahan, remaja Sunda sekarang lebih peduli,” katanya.

Meskipun kini anak-anak sudah tidak bisa leluasa engklak-engklakan lagi di buruan imah.


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
1 Komentar

1 Komentar

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosbud

  • Sosbud

    BBM Ampuh

    PENGARUH naiknya harga bakar minyak (BBM) ternyata ampuh. Mengatrol harga-harga komoditas lain. Tetapi tidak bila harga...

  • Sosbud

    Sekadar Hari Antikorupsi

    HARI Antikorupsi Dunia, Selasa (9/12/2014), jadi momentum refleksi semua pihak. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota...

  • Sosbud

    Media Sunda Lawas ti Tasikmalaya

    KABEUNGHARAN inteléktual urang Tasikmalaya, di antarana ngaréngkol dina ngokolakeun média. Lian ti koran Sipatahoenan anu gumelar...

  • Sosbud

    Bupati jeung Puisi

    GEDONG Kasenian Tasikmalaya (GKT) diadegkeun taun 1998 kalawan istiméwa. Minangka pangbagéa pamaréntah pikeun para seniman. Sanajan...

  • Sosbud

    Wan Orlet: Soal Becak

    WAWAN Rudiat atau lebih dikenal dengan Wan Orlet, hatinya tak sekeras dunianya. Sehari-hari bergelut dengan dunia...

  • Sosbud

    Tradisi "Enam" Penyair Tasikmalaya

    BERGELUT dengan kata, tidak lantas membuat seseorang dinobatkan menjadi pu­jangga. Setiap saat orang menggunakan bahasa untuk...

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: