Connect with us

DIARY

Demokrasi dari Desa


dsc01283gBERBAHAGIALAH Kabupaten Garut, kepala desa masih akan dipilih secara langsung. Kegundahan politik yang terjadi saat ini di ibukota, tidak berlaku di desa. Paling tidak ditenggarai tahun 2015 sedikitnya 215 kepala desa di kota Intan itu masih tetap dipilih langsung oleh rakyat.

Perhelatan demokrasi itu menjadi jawaban paling terang benderang. Sejak lama, bangsa kita sudah intim dengan demokrasi.

Kondisi itu tumbuh di akar rumput. Jauh-jauh hari sebelum pemilihan umum (pemilu) presiden digelar secara langsung, desa sudah melakukannya. Sedangkan pemilu presiden secara langsung, baru digelar pada tahun 2004, setelah UUD 1945 diamandemen tahun 2002.

Sebelumnya, pemilu hanya untuk memilih anggota perwakilan, yaitu DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota yang digelar setiap lima tahun sekali. Tetapi kemudian pada tahun 2004, pemilihan presiden menjadi bagian dari rangkaian pemilu. Bahkan, pada tahun 2007, pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) juga dimasukkan sebagai bagian dari pemilu yang digelar secara langsung. Inilah yang sedang diributkan sekarang.

Di Senayan Jakarta sedang dirancang Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), bagian dari RUU Pemerintahan Daerah yang diusulkan oleh Pemerintah (Kemendagri) untuk menggantikan UU No. 32/2004 jo UU No. 12/2008 yang mengatur tentang pemilihan kepala daerah secara terpisah dari RUU Pemda.

Kini diusulkan pemilihan kepala daerah yang tidak dipilih langsung oleh rakyat, namun dipilih oleh DPRD seperti sistem pemilihan kepala daerah yang dilakukan pada masa orde baru, yaitu, dipilih oleh anggota parlemen lokal di daerah sesuai dengan tingkatannya.

Demokrasi yang sudah tumbuh di desa bukan berarti tidak luput dari ancaman. Di Priangan Timur, dua daerah otonom yakni Kota Tasikmalaya dan Banjar, desa telah berganti menjadi kelurahan. Sejak itu tak ada lagi pemilihan kepala desa.

foto: jurisprudence-journal.org


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DIARY

  • DIARY

    Meneroka Lapis Puisi

    Menukam yang Tadi Hidup Aku sering diserbu pasukan pertanyaan Dari seribu pasukan bayangan Ihwal antrean yang...

  • DIARY

    Nyeungcleu

    NGARIUNG jeung kulawadet kelas Fisika SMAN 2 Tasikmalaya entragan 1989. Najan béda kelas jeung kuring, tapi...

  • DIARY

    Palasipah Kopi Kabeuki

    GUNEM catur ngawangun carita. Ngundeur siloka dina galengan waktu nu mustari. Sabot ngaregot kopi. Sakeclak silib dina...

  • DIARY

    Reuni Kecil Pasamoan Budaya

    GAYANYA masih seperti dulu. Konsisten. Tanpa basa-basi. Sejalan dengan komunitas yang dibangunnya, sejak tahun 1998, Teater...

  • DIARY

    HUT ke-50 SMAN 2 Tasikmalaya: Menanam Pohon Kebaikan

    PENANAMAN pohon menjadi simbol pembuka rangkaian Hari Ulang Tahun ke-50 SMAN 2 Tasikmalaya, sekaligus Reuni Akbar...

  • DIARY

    Reuni: Hiburan dan Ajaran

    REUNI bukan perjumpaan biasa, sekadar bernostalgia. Menghadirkan suasana masa silam bersama kawan seperjuangan. Melepas kerinduan setelah...

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: