Connect with us

Lorong

Energi Panas Bumi Priangan


KEPALA Badan Geologi R Sukhyar menyatakan, Provinsi Jabar merupakan lumbung panas bumi terbesar di dunia dengan potensi  sebesar 5.000 megawatt. Panas bumi tersebut dapat dimanfaatkan untuk energi listrik.
Potensi 5.000 MW itu tersebar  di beberapa wilayah, yakni di Bogor, Garut, Tasik, dan Kabupaten Bandung.

Amanat konstitusi yang tertuang dalam UU No. 27 tahun 2003 tentang Panas Bumi mempertegas bahwa penyelenggaraan kegiatan pertambangan Panas Bumi hanya bertujuan untuk (a) mengendalikan pemanfaatan kegiatan pengusahaan Panas Bumi untuk menunjang pembangunan yang berkelanjutan serta memberikan nilai tambah secara keseluruhan dan (b) meningkatkan pendapatan negara dan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan perekonomian nasional demi peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Dipertegas dalam Perda Provinsi Jawa Barat nomor 6 tahun 2006 tentang Pengelolaan Panas Bumi menyatakan bahwa panas bumi merupakan energi yang ramah lingkungan dan sumberdaya alam yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Jawa Barat.

Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah yang menyimpan banyak potensi geothermal, yang memungkinkan dilakukan kegiatan eksploitasi dalam rangka pemanfaatan sebagaimana diamanatkan UU nomor 27 tahun 2003. Setidaknya ada beberapa titik sumber panas bumi yang sangat memungkinkan untuk mengundang minat investasi, seperti kawasan Kamojang, Darajat Garut, Telaga Bodas, Gunung Papandayan, Karaha, Gunung Masigit, dan Arinem.  Total potensi unggulan energi geotermal Garut mencapai 1.227 mw, hingga kini baru termanfaatkan pada kapasitas terpasang sebesar 455 mw, sehingga 772 mw energi panas bumi masih belum diolah (pikiran rakyat, 07/06/2009). Dengan kegiatan pemanfaatan panas bumi yang sudah dilakukan berarti Kabupaten Garut  telah turut andil dalam penyediaan pasokan energi listrik untuk Jawa dan Bali.

Namun, seorang warga Garut, Ma’mun Gunawan mengungkapkan keprihatinan di Blog Bersama Opini dan Berita. Ia memandang  ironis, di Garut saat ini masih banyak ribuan kepala keluarga di daerah terpencil (remote area) yang belum bisa menikmati terangnya cahaya listrik sebagaimana layaknya sebuah kehidupan di abad yang sudah modern. Padahal untuk kebutuhan keseluruhan listrik di Garut saja, hanya diperlukan sekitar 60 mw saja. Sementara kapasitas kegiatan pemanfaatan panas bumi yang digali sudah lebih dari cukup untuk membuat Kabupaten Garut menjadi daerah yang terang benderang sampai ke seluruh pelosok, tanpa kecuali. ***


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lorong

  • Lorong

    Kesinambungan Bantuan Bencana

    MESTI dirancang program bantuan yang menyentuh kesinambungan hidup para pengungsi. Pemberdayaan ekonomi korban bencana menjadi sangat...

  • Lorong

    Hijrah: Lahir dan Batin

    HARI Jumat, 24 Juli 2015, malam terakhir awak redaksi berpacu dengan tenggat waktu di kantor lama,...

  • Lorong

    Fenomena Gunung Es Kekerasan pada Anak

    KASUS pembunuhan bocah Angeline di Bali menyita perhatian publik. Masih hangat juga, kasus penelantaran dan kekerasan...

  • Ekbis

    APBD Prorakyat

    SUDUT pandang yang berbeda antara komposisi belanja langsung dan belanja tidak langsung seringkali menjadi perdebatan birokrasi...

  • Lorong

    Impresi Laksana

    KAMI pernah merasakan kegetiran saat fluktuasi rupiah jumpalitan hingga titik terendah. Tahun 1997, deregulasi uang ketat...

  • Lorong

    Love Games

    DARI larik pertama sampai terakhir. Setiap kata dan ritma sama-sama menggairahkan. Cabikan bas Mark King langsung...

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: