Connect with us

Lorong

Erotisme Galunggung


under-love-treeGEMERICIK dan kepulan uap muka air sungai, bagian dari keremangan misteri. Di kawasan — yang diduga — Curug Panoongan, Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, sepasang remaja dimabuk birahi. Masyuk bercumbu dan direkam kamera rentang 20 menitan. Bukan dialog fisik yang sewajarnya, tapi sudah layaknya suami istri.

Hebatnya, adegan itu berlangsung siang hari bolong, di kawasan wisata yang acapkali sarat pengunjung. Tetapi sejoli itu seperti tak khawatir dipergoki orang. Mereka tidak canggung sedikitpun. Nekad.

Kebenaran lokasi adegan mesum, terus dipertajam. Meskipun ditenggarai ada kemiripan lokasi. Seorang warga Sukaratu nyaris yakin, suasananya begitu mirip dengan tempat di Galunggung, tepatnya Curug Noong.

Jika benar dilakukan di tempat itu. Paling tidak, menjadi tamparan keras bagi para pengelola. Ruang publik yang semestinya  terjaga, ternyata bisa luput dari perhatian. Betapa, dalam rentang waktu dua puluh menit, tak ada patroli yang melintas ke tempat di mana kedua remaja usia SMA itu saling mengumbar birahi.

Hal ini bisa menjadi preseden buruk, bagi kawasan wisata. Pencitraan yang dibangun bisa rontok, gara-gara peristiwa itu. Apalagi, selama ini ada kecenderungan, orang memandang, tempat wisata tipis dengan maksiat. Tempo lalu, kawasan Darmacaang di Kabupaten Ciamis, ditutup warga. Lantaran, tempat itu sering pula jadi ajang maksiat pengunjung.

Galunggung, sejatinya tidak sekadar dinikmati keindahan alamnya semata. Lantaran dahulu kala, di Galunggung lahir para Batara. Petinggi spiritual pra Islam yang dihormati, karena dipercaya telah melahirkan ajaran linuhung. Simak saja sebuah naskah kuno bertajuk Amanat Galunggung. Naskah ini antara lain menegaskan kabuyutan harus dipertahankan. Raja yang tidak bisa mempertahankan kabuyutan di wilayah kekuasaannya lebih hina ketimbang kulit musang yang tercampak di tempat sampah.

Ketika itu Galunggung adalah pusat kegiatan intelektual dan spiritual yang menjadi pilar pengusung integritas negara. Lumrah bila dianggap sakral. Bila faktanya sekarang dinodai sepasang remaja itu, sungguh memilukan! ***


1 Komentar

1 Komentar

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lorong

  • Lorong

    Kesinambungan Bantuan Bencana

    MESTI dirancang program bantuan yang menyentuh kesinambungan hidup para pengungsi. Pemberdayaan ekonomi korban bencana menjadi sangat...

  • Lorong

    Hijrah: Lahir dan Batin

    HARI Jumat, 24 Juli 2015, malam terakhir awak redaksi berpacu dengan tenggat waktu di kantor lama,...

  • Lorong

    Fenomena Gunung Es Kekerasan pada Anak

    KASUS pembunuhan bocah Angeline di Bali menyita perhatian publik. Masih hangat juga, kasus penelantaran dan kekerasan...

  • Ekbis

    APBD Prorakyat

    SUDUT pandang yang berbeda antara komposisi belanja langsung dan belanja tidak langsung seringkali menjadi perdebatan birokrasi...

  • Lorong

    Impresi Laksana

    KAMI pernah merasakan kegetiran saat fluktuasi rupiah jumpalitan hingga titik terendah. Tahun 1997, deregulasi uang ketat...

  • Lorong

    Love Games

    DARI larik pertama sampai terakhir. Setiap kata dan ritma sama-sama menggairahkan. Cabikan bas Mark King langsung...

Terhangat

BÉDA rasa, kecap 'nangtung', 'dahar', saméméh dianteur ku kecap 'jung' jeung 'am'. Kecap anteuran ngagambarkeun mimiti migawé. Kecap 'dahar' bisa waé ditapsirkeun eukeur atawa geus dahar. Tapi mun 'am dahar', nu kacipta téh ngamimitian ngahuap. Sarua jeung trét nulis. #preposisi

About 14 hours ago from Duddy RS | Solilokui's Twitter via Twitter for Android

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: