Connect with us

Teater/Film

FFT 2012, Meneroka Film-film Bersahaja


305979_4601147478517_1263711426_nFilm   Nu Urang keur Urang proyek keroyokan warga Mekarwangi Cikatomas bersama Komunitas Film Tasik (Kofita), memukau ratusan pasang mata pada ajang Festival “Screen Below The Wind” yang digelar di Bali tempo lalu. Momentum pameran film komunitas se-Asia Tenggara itu menjadi kebanggaan para kreator film pendek di Priangan Timur. Film berdurasi 16.14 menit itu menjadi pembuktian, warga awam bisa terlibat dalam proses kreatif pembuatan film.

Film Nu Urang keur Urang salah satu yang akan disuguhkan dalam Festival Film Tasik (FFT) 2012, Sabtu-Minggu (1-2/2012) di Gedung Kesenian Tasikmalaya. Ajang apresiasi film pendek anak muda Tasik dan Priangan Timur itu diusung Komunitas Film Tasik (Kofita) dan Chios Production, didukung pula komunitas lintas kota/kabupaten.
“Filmaker Austria, Victor dan aktor Torro Margens akan hadir dalam festival ini,” kata Ketua Kofita Panji Irawan.

Menurut dia, apresiasi film pendek se-Priangan Timur berlabel “Ajang Ngajungjung Ramatloka” itu adalah ruang kreatif untuk menyemarakkan kiprah sineas muda Priangan Timur yang bisa memacu perkembangan film pendek lebih bergairah.

“Setelah April Move dan Junice Award, penyelenggaraan Apresiasi Film Pendek karya komunitas se-Priangan Timur ini merupakan ajang ketiga yang diselenggarakan Komunitas Film Kita ( KOFITA ). Hal ini bukan sekedar memberikan warna kreativitas, namun bertujuan memacu gairah para sineas agar lebih produktif berkarya. FFT 2012, digelar dua hari. Sabtu, pukul 13.00 – 18.00 dan
Minggu, pukul : 00.09 – 18.00,” ujar Panji.


1 Komentar

1 Komentar

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Teater/Film

  • Teater/Film

    Komunitas Belajar Film

    PENDIDIKAN yang didambakan melahirkan perubahan, diakui, tak selamanya sempurna. Ruang untuk menjajal kapasitas individu siswa semacam...

  • Lorong

    Angels and Demons

    MANUSIA membutuhkan agama dan ilmu pengetahuan. Kelembutan budi dan kecerdasan yang tak bisa lepas dari kehendak...

  • Teater/Film

    Ruang Perbedaan

      PANDANGAN kolektif warga, boleh jadi rujukan. Konvensi yang diakui publik. Sekalipun, tidak selamanya pandangan itu...

  • Teater/Film

    Gravity

    SENYAP. Puing-puing satelit, noktah kecil di ruang maha luas. Maut dan sepi tipis jaraknya. Dr. Ryan...

  • Teater/Film

    Sadar Potensi

    NONTON film animasi ini, paling tidak, penonton diajak untuk sadar poténsi. Berpikir objektif dan positif tentang...

  • Teater/Film

    Politic Show

    FILM tidak semata-mata dibuat untuk menghibur. Tetapi harus ada pesan yang disampaikan. The Hunger Games: Catching...

Terhangat

BÉDA rasa, kecap 'nangtung', 'dahar', saméméh dianteur ku kecap 'jung' jeung 'am'. Kecap anteuran ngagambarkeun mimiti migawé. Kecap 'dahar' bisa waé ditapsirkeun eukeur atawa geus dahar. Tapi mun 'am dahar', nu kacipta téh ngamimitian ngahuap. Sarua jeung trét nulis. #preposisi

About 14 hours ago from Duddy RS | Solilokui's Twitter via Twitter for Android

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: