Connect with us

Komunitas

Forum Janda Garut Dideklarasikan


altDEMI memberikan perlindungan hukum terhadap para janda serta mengubah citra kaum janda yang seringkali dikonotasikan negatif, di Kabupaten Garut saat ini telah berdiri sebuah forum yang siap memperjuangkan martabat dan nasib para janda. “Forum Ikatan Janda Garut atau FIJAG, itulah nama forum yang dibentuk para janda di Garut sebagai alat memperjuangkan martabat dan nasib mereka.

 

Ketua FIJAG, Tia Herawati, didampingi Sekretaris, Neneng Rita, menyebutkan, tujuan lainnya dari didirikannya forum ini adalah juga untuk mengantisipasi maraknya aksi trafficking terhadap perempuan, khususnya kaum janda di Garut. Dengan adanya forum ini, diharapkan pula kaum janda di Garut bisa menjadi perempuan yang lebih produktif dan mandiri.

FIJAG telah melakukan dan menyusun sejumlah program, di antaranya seminar sehari tentang “Pentingnya Seorang Janda Mempunyai Keahlian/Keterampilan Khusus” yang dilaksanakan langsung setelah acara Deklarasi Forum Ikatan Janda Garut yang diselenggarakan di aula kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Garut, Senin (21/12).  Ke depannya, ada juga program pelatihan bakat/minat yang diselenggarakan FIJAG sebagai upaya mengangkat martabat dan nasib para janda di Garut. Melalui program ini, diharapkan para janda bisa lebih produktif dan mandiri.

 

“Kita juga sudah menyiapkan program lainnya yaitu FIJAG turun ke desa. Dalam program ini kita akan melihat secara langsung kondisi para janda yang ada di daerah yang mayoritas kondisi ekonominya mengkhawatirkan akibat hidup di bawah garis kemiskinan,” kata Tia.

 

Diterangkan Tia, pembentukan Forum Ikatan Janda Garut ini juga berawal dari rasa keprihatinannya melihat kondisi janda yang ada di Garut yang mayoritas hidup dalam garis kemiskinan. Selain itu, status janda selama ini selain selalu dikonotasikan negatif, juga diperparah dengan adanya perlakuan diskriminatif dari pihak pemerintah sehingga terkesan memarginalkan para janda.

 

Untuk itu, Tia dan Neneng berharap banyak pada pihak pemerintah baik legislatif maupun eksekutif untuk mulai memperhatikan nasib para janda yang selama ini terkesan termarginalkan. Meskipun pihaknya berupaya dengan menyiapkan berbgai program, namun hal itu menurut mereka tidak akan berhasil tanpa ada dorongan dari pihak pemerintah. Apalagi dilihat dari usia FIJAG saat ini yang dinilai masih sangat hijau karena memang baru saja dideklarasikan dan sama sekali beluim mempunyai anggaran.

 

“Ke depannya kami berharap pemerintah memasukan anggaran khsus untuk kaum janda di APBD. Dengan anggaran tersebut kita bisa menyelenggarakan berbagai pelatihan serta memberikan bantuan kepada mereka sesuai bidang yang didalaminya. Kalau anggaran untuk anak yatim piatu kami lihat sudah ada di APBD, nah tak ada salahnya kalau para janda juga mendapat perhatian dari pemerintah,” tambah Rita.

 

Diakuinya, meski secara resmi FIJAG baru dideklarasikan Senin (21/12), namun saat ini anggotanya sudah mencapai lebih dari 500 orang. Selain itu, saat ini di tingkat kecamatan pun sudah terbentuk kepengurusan meski baru di 11 kecamatan saja. “Kita memang belum turun sampai ke tingkat RT/RW. Kami yakin keanggotaan FIJAG ini akan terus bertambah secara pesat, apalagi berdasarkan data yang kami peroleh, saat ini jumlah janda di Garut mencapai diatas lima ribu orang,” imbuhnya.

 

Lebih jauh diterangkannya, keanggotaan FIJAG ini terdiri dari tiga kriteria, yaitu anggota biasa yang terdiri dari para janda, anggota luar biasa yang terdiri dari para mantan janda yang saat ini telah kembali bersuami, serta anggota kehormatan yang terdiri dari siapa pun orangnya yang mempunyai kepedulian terhadap nasib para janda.

 

“Meski namanya  Forum Ikatan Janda Garut, namun bukan berarti seluruh anggotanya khusus para janda. Siapapun mereka yang mempunyai kepedulian terhadap para janda, bisa masuk anggota namun statusnya anggota kehormatan,” tandas Rita.

 

 

Courtesy: HU Priangan 22 Desember 2009 Laporan A. Hendy

Ilustrasi: bibomedia


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...

Komunitas

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: