Connect with us

Lorong

Inspirasi dari Sumedang


coffeeKEGIGIHAN Krisna Saputra berbuah manis. Setelah tersaruk-saruk membawa tim sepakbola Piala Hari Olahraga Nasional (Haornas) Bandung berlaga di rumput hijau. Manajer Tim Haornas Kabupaten Sumedang itu, tidak menduga anak asuhnya bisa menggulung lawan-lawannya.

Padahal, saat berangkat ke Stadion Siliwangi Bandung, timnya prihatin. Bahkan, nyaris tidak berangkat, lantaran terkendala dana. Bila Krisna tidak ngotot, Piala Bergilir Haornas, tidak akan diboyong ke Sumedang.
Krisna berupaya dengan keras. Sekalipun dirinya harus “mengemis” kepada para pejabat, agar memberi ongkos untuk berangkat. Usahanya menunjukkan hasil, meskipun bila dibanding tim lain, boleh dibilang, belum mendapat fasilitas yang layak.

Menginap cukup di tempat yang sederhana. Jauh dari rasa nyaman. Padahal, timnya sedang menghadapi even besar. Hasil jerih payah Krisna, mengumpulkan uang dari berbagai pihak, cuma pas-pasan.
Namun, perjuangan agar anak asuhnya bisa berangkat saja, sudah menjadi bagian dari proses yang mengagumkan. Berangkat dengan kesederhanaan, ternyata membuahkan hasil yang memuaskan. Tim Sumedang pun berhak membawa pulang Piala Haornas.

Krisna bukan saja mengajarkan kegigihan. Tetapi sekaligus menularkannya kepada banyak orang. Saat timnya nyaris putus asa, lantaran menjelang pertandingan, belum ada jaminan akomodasi bisa terpenuhi. Untuk sekadar ongkos saja masih samar.

Tidak sedikit yang bisa bertahan dalam kondisi serba sulit seperti itu. Tetapi Krisna, tidak putus asa. Ia berpandangan, selama mendampingi anak asuhnya dalam kondisi prihatin, sudah menjadi modal yang dahsyat. Bersama sang pelatih, Yayat Ruhiyat, ia terus berjalan. Nikreuh.

Kesederhanaan justru menjadi kekuatan yang tidak terbendung. Prihatin dan merasa cukup dalam kondisi serba kurang, telah menumbuhkan kesadaran dan semangat kolektif anak asuhnya.

Siapa yang bisa menduga, tim kesebelasan Sumedang yang berangkat dengan segala keterbatasan itu akhirnya menjadi Juara. Kuncinya ada adalah totalitas. Teu unggut kalinduan, teu gedag kaanginan.***


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lorong

  • Lorong

    Kesinambungan Bantuan Bencana

    MESTI dirancang program bantuan yang menyentuh kesinambungan hidup para pengungsi. Pemberdayaan ekonomi korban bencana menjadi sangat...

  • Lorong

    Hijrah: Lahir dan Batin

    HARI Jumat, 24 Juli 2015, malam terakhir awak redaksi berpacu dengan tenggat waktu di kantor lama,...

  • Lorong

    Fenomena Gunung Es Kekerasan pada Anak

    KASUS pembunuhan bocah Angeline di Bali menyita perhatian publik. Masih hangat juga, kasus penelantaran dan kekerasan...

  • Ekbis

    APBD Prorakyat

    SUDUT pandang yang berbeda antara komposisi belanja langsung dan belanja tidak langsung seringkali menjadi perdebatan birokrasi...

  • Lorong

    Impresi Laksana

    KAMI pernah merasakan kegetiran saat fluktuasi rupiah jumpalitan hingga titik terendah. Tahun 1997, deregulasi uang ketat...

  • Lorong

    Love Games

    DARI larik pertama sampai terakhir. Setiap kata dan ritma sama-sama menggairahkan. Cabikan bas Mark King langsung...

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: