Connect with us

Sosbud

Kalamanda, Valentine, dan Car Free Day


valentine-dayKISAH kasih sayang bukan milik Santo Valentine dan Julia saja. Jika mau menggali dengan serius, folklor yang melukiskan kisah cinta bertebaran di tanah tempat kita berpijak dan langit dijungjung.

Mengapa, Santo Valentine lebih menghujam di hati para remaja yang sedang mekar-mekarnya? Ketimbang kisah Kabayan dan Iteung yang semestinya lebih intim. Atau Kisah Kalamanda dan Sekarwati, yang melahirkan waditra karinding lantaran dorongan cinta yang bergedebur-gedebur.

Alat musik karinding — bak harpa yang dimainkan sentuhan bibir dan tangan dengan penuh perasaan — lahir saat Kalamanda dan Sekarwati jatuh cinta.

Kalamanda, seorang pemuda kampung, mencintai Raden Sekarwati, keturunan bangsawan. Status sosial jadi benteng pemisah. Kalamanda berusaha menarik perhatian Sekarwati dengan berbagai cara.

Sekarwati yang keluarga bangsawan dipinggit. Dilarang keluar rumah sembarang waktu. Bila bepergian selalu dikawal ponggawa. Kalamanda tidak menyerah.

Jatuh cinta telah menggetarkan segalanya. Kegelisahan yang mendorong dirinya untuk membuat sebuah alat yang bisa mengalirkan isi hati. Akhirnya dari bilah pohon kawung, Kalamanda membuat waditra, yang kini dikenal dengan karinding. Nama karinding diilhami hewan sawah, kakarindingan.

Saat Sekarwati sedang menyendiri di kamar. Kalamanda mengendap-ngendap mendekati jendela. Kemudian menggetarkan karindingnya. Sekarwati turut bergetar. Suara merdu yang mengalun menembus kamar, telah meluluhkan hatinya. Singkat cerita, cinta Kalamanda gayung bersambut.

Selain kisah Kalamanda dan Sekarwati yang sangat romantis itu tentu ada kisah lain yang berlatar khas Nusantara. Namun sayang, kisah-kisah itu sama sekali tidak menjadi inspirasi generasi  masa kini. Sejak tahun 1980-an, setiap tanggal 14 Pebruari — saat Santo Valentine bunuh diri — dirayakan dengan penuh kegembiraan. Bahkan, seringkali dimaknai kebablasan.

Kapan kita bisa merayakan Kalamanda Day, seperti  halnya Valentine Day atau Car Free Day?

 

)* waditra = alat musik


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosbud

  • Sosbud

    BBM Ampuh

    PENGARUH naiknya harga bakar minyak (BBM) ternyata ampuh. Mengatrol harga-harga komoditas lain. Tetapi tidak bila harga...

  • Sosbud

    Sekadar Hari Antikorupsi

    HARI Antikorupsi Dunia, Selasa (9/12/2014), jadi momentum refleksi semua pihak. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota...

  • Sosbud

    Media Sunda Lawas ti Tasikmalaya

    KABEUNGHARAN inteléktual urang Tasikmalaya, di antarana ngaréngkol dina ngokolakeun média. Lian ti koran Sipatahoenan anu gumelar...

  • Sosbud

    Bupati jeung Puisi

    GEDONG Kasenian Tasikmalaya (GKT) diadegkeun taun 1998 kalawan istiméwa. Minangka pangbagéa pamaréntah pikeun para seniman. Sanajan...

  • Sosbud

    Wan Orlet: Soal Becak

    WAWAN Rudiat atau lebih dikenal dengan Wan Orlet, hatinya tak sekeras dunianya. Sehari-hari bergelut dengan dunia...

  • Sosbud

    Tradisi "Enam" Penyair Tasikmalaya

    BERGELUT dengan kata, tidak lantas membuat seseorang dinobatkan menjadi pu­jangga. Setiap saat orang menggunakan bahasa untuk...

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: