Connect with us

Edukasi

KALEIDOSKOP 2009: Potret Muram Pendidikan Sumedang


SEJUMLAH kejadian, persoalan dan kasus muram mewarnai dunia pendidikan Kab. Sumedang. Awal tahun ini Kepala Dinas Pendidikan Sumedang diserahkan terimakan dari H. Ahmad Kusnadi, SH, MM kepada penggantinya Dr. H. Daddy Muhtadi, MPd.

Masih pada Januari 2009, SD Ganjartemu, Kec. Wado roboh. Menurut Camat Wado Tatang Setiadi, S.Sos, musibah itu berlangsung 21 Januari 2009 sekitar pukul 11.00. SD ini terletak di Desa Ganjaresik, cukup jauh dari ibu kota kecamatan.

Kasus yang sempat menarik perhatian publik adalah dugaan penipuan yang dilakukan Drs. AR, mantan Kepala Seksi SD pada Dinas Pendidikan Sumedang. Sasaran AR adalah SD yang mendapat proyek dari dana alokasi khusus (DAK). AR menyuruh pengusaha untuk memasok buku ke sekolah. Namun, setelah dikirim, uang dari sekolah tidak disetorkan kepada pengusaha yang memasok buku.

Pada April 2009, Dinas Pendidikan Sumedang dikejutkan dengan meninggalnya  seorang siswa SMPN 1 Tanjungkerta yang diduga over dosis (OD). Ia meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas, Sabtu (11/4). Ia diduga OD setelah mengkonsumsi minuman yang dioplos dengan obat bersama lima temanya.

Senin (22/6), hasil Ujian Nasional (UN) SMP diumumkan. Dari jumlah siswa yang mengikuti UN SMP negeri/swasta sebanyak 13.988 orang, siswa yang tidak lulus sekitar 0,015 persen atau 20 orang. Sedangkan untuk SMP terbuka, dari 369 orang peserta UN yang tidak lulus hanya lima orang.

Oktober 2009 muncul berita kondisi SDN Panganginan, Desa Tarikolot, Kec. Jatinunggal, sangat memprihatinkan. Atap, genting, wuwung serta dinding sekolah keadaannya rusak berat, bahkan nyaris ambruk. Selain SDN Panganginan. SD Sukajaya di kecamatan yang sama juga bernasib sama. Begitu juga SDN Gendereh di Kec. Buahdua, sudah bagaikan kandang ayam.

Masih di bulan Oktober, sejumlah peralatan yakni komputer, teve 21 inch, satu set radio beserta speaker aktif, kompor gas dan dispenser milik SDN Bangkir, Desa Sindanggalih, Kec. Cimanggung, raib digondol maling. Maling diperkirakan masuk melalui pintu depan kantor sekitar pukul 24.00.

Di akhir tahun, dunia pendidikan Sumedang ditutup dengan aksi sejumlah guru sekolah satu atap ke Bupati Sumedang H.Don Murdono. Mereka menuntut diangkat menjadi PNS karena telah mengabdi cukup lama. (Rendy Rumahdar/Priangan)***


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: