Connect with us

Lorong

Ketulusan Berbagi Posisi


1-SUDUTMENGAPA sebelas orang Kepala Desa se-Kecamatan Karangnunggal protes? Mempertanyakan rotasi dan mutasi pejabat di Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (8/6) lalu. Mereka tidak datang atas nama  pribadi, melainkan sebagai lembaga eksekutif desa. Bahkan, paguyuban legislatif desa atau Badan Perwakilan Desa (BPD) pun turut serta. Termasuk pendamping dari Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), yang diketuai Dodi Juanda pun tampak hadir di Kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Latihan Daerah (BKPLD).

Penyesalan Dodi Juanda boleh jadi beralasan, rotasi dan mutasi yang terlalu cepat, alih-alih mempertajam pembangunan. Justru bisa sebaliknya.

 

Ilmu manajemen memang mewajarkan proses rotasi dan mutasi. Malah, sudah seharusnya menjadi siklus. Khususnya mengenai perencanaan Sumber Daya Manusia (SDM). Ada semacam penawaran supply SDM, yang sumbernya bisa dari dalam atau luar. Prosesnya bisa mutasi atau promosi, bahkan demosi sekalipun. Maksudnya tentu, demi kebaikan. Demi suasana atau lingkungan kerja perlu penyegaran, diidealkan bisa menopang kinerja.

 

Satu hal yang patut dicermati, proses mutasi bukan cuma perombakan kelembagaan secara struktural, tetapi lebih kepada kepuasan masyarakat yang menilai positif peningkatan kualitas pelayanan umum. Artinya, suara masyarakat juga harus dipertimbangkan.

 

Rupanya faktor itu yang — boleh jadi — luput dari proses rotasi dan mutasi di Kabupaten Tasikmalaya tempo lalu. Lantaran ditenggarai, Nazmudin Azis, Camat Karangnunggal yang  baru tiga bulan menjabat, diangkat menjadi Sekretaris Dinas Kehutanan dan Perkebunan. Sedangkan para Kepala Desa merasa  Nazmuddin Azis dalam tempo yang singkat itu dianggap berhasil membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

 

Protes para Kepala Desa se-Karangnunggal terbilang masih santun, ketimbang karyawan Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Kabupaten Garut yang bertindak anarkis memporakporandakan kantor dua bulan lalu. Persoalannya pun gara-gara rotasi dan mutasi yang dinilai tidak profesional.

 

Ketika proses mutasi yang dilaksanakan lebih didasarkan atas pertimbangan politis tertentu bukan pada profesionalitas cenderung akan menuai reaksi keras. Pasalnya, muatan suka dan tidak suka (like or dislike) pimpinan kepada anak buahnya, akan menuai kegelisahan yang muaranya pada posisi strategis dan tidak strategis.***


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lorong

  • Lorong

    Kesinambungan Bantuan Bencana

    MESTI dirancang program bantuan yang menyentuh kesinambungan hidup para pengungsi. Pemberdayaan ekonomi korban bencana menjadi sangat...

  • Lorong

    Hijrah: Lahir dan Batin

    HARI Jumat, 24 Juli 2015, malam terakhir awak redaksi berpacu dengan tenggat waktu di kantor lama,...

  • Lorong

    Fenomena Gunung Es Kekerasan pada Anak

    KASUS pembunuhan bocah Angeline di Bali menyita perhatian publik. Masih hangat juga, kasus penelantaran dan kekerasan...

  • Ekbis

    APBD Prorakyat

    SUDUT pandang yang berbeda antara komposisi belanja langsung dan belanja tidak langsung seringkali menjadi perdebatan birokrasi...

  • Lorong

    Impresi Laksana

    KAMI pernah merasakan kegetiran saat fluktuasi rupiah jumpalitan hingga titik terendah. Tahun 1997, deregulasi uang ketat...

  • Lorong

    Love Games

    DARI larik pertama sampai terakhir. Setiap kata dan ritma sama-sama menggairahkan. Cabikan bas Mark King langsung...

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: