Connect with us

Metrum

Korupsi itu Indah


DARI hulu sampai ke hilir, pejabat bermasalah selalu jadi sorotan. Bila di pentas nasional calon Kapolri ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus rekening gendut, di Kabupaten Garut lain cerita.

Komjen Pol Budi Gunawan ditetapkan sebagai tersangka transaksi mencurigakan dan telah menemukan dua alat bukti sehingga cukup untuk dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan. Kini calon orang nomor satu Kepolisian Republik Indonesia itu ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Budi Gunawan tersangkut korupsi saat masih menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri pada 2004-2006. Jabatan itu diemban Budi selepas menjadi ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri 2001-2004.

Kasus di Kabupaten Garut boleh jadi lebih dramatis. Pasalnya, baru tiga hari dilantik Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Entik Koswara langsung ditahan Mabes Polri. Mantan Sekretaris Bappeda Garut itu baru dilantik pekan lalu bersama 76 pejabat eselon 2 dan eselon 3 Pemkab Garut lainnya pada Selasa (6/1/2015) tempo hari. Entik ditahan Mabes Polri sebagai tersangka tindak pidana korupsi pengadaan buku tahun anggaran 2010-2011 di lingkungan Dinas Pendidikan  Kabupaten Garut yang bersumber dari dana lokasi khusus (DAK) senilai Rp 7,725 miliar.

Calon tunggal Kapolri menjadi tersangka bukan saja mengejutkan, tetapi juga membuat gundah bangsa ini. Lantaran, kabar itu akan mengundang banyak tafsir, bukan saja di kalangan bangsa sendiri, tetapi di mata internasional bakal menjadi pergunjingan yang hebat. Bagaimana pun Budi Gunawan, satu-satunya calon yang sudah digadang-gadang Presiden Jokowi. Lumrah bila menjadi pertaruhan serius di mata dunia internasional.

Kegundahan itu pun sama kadarnya dengan kasus para pejabat yang terjerat di daerah. Penindakan itu sudah selayaknya disambut baik. Meski pun ada beberapa kalangan yang masih dibayangi keraguan, lantaran masih ada kasus-kasus dugaan korupsi yang lebih besar belum tersentuh.

Mudah-mudahan saja menjadi pertanda baik.


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Metrum

  • Metrum

    Orasi dan Puisi

    TAK ada angin tak ada hujan perbincangan para aktivis mahasiswa menukik tajam pada naluri paling dasar....

  • Metrum

    Rekognisi Desa

    LARIK-LARIK nyanyian Desaku karya Liberty Manik masih terngiang hingga kini. Lagu itu jadi andalan saat disuruh...

  • Metrum

    Berkarya dan Mengabdi

    PERJALANAN tak cuma menempuh jarak, tetapi juga menata gerak dan waktu yang menentukan titik balik eksistensi....

  • Metrum

    Dialog Semesta

    BERDIALOG dengan semesta. Sepintas seperti orang gila. Bahkan sangat tipis dengan kesesatan. Lalu sering disalahpahami dan...

  • Metrum

    Intelektual Organik

    DESA adalah kekuatan. Ungkapan itu tajam. Menjadi larik dalam sebuah nyanyian Iwan Fals. Membuka mata banyak...

  • Metrum

    Gara-gara Konflik

    KEDAMAIAN tak mengenal kebohongan. Pertarungan sejatinya menjadi ruang artikulasi yang sehat. Arena mengasah batin. Melahirkan kesatria....

Terhangat

BÉDA rasa, kecap 'nangtung', 'dahar', saméméh dianteur ku kecap 'jung' jeung 'am'. Kecap anteuran ngagambarkeun mimiti migawé. Kecap 'dahar' bisa waé ditapsirkeun eukeur atawa geus dahar. Tapi mun 'am dahar', nu kacipta téh ngamimitian ngahuap. Sarua jeung trét nulis. #preposisi

About 14 hours ago from Duddy RS | Solilokui's Twitter via Twitter for Android

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: