Connect with us

Edukasi

Mahasiswa Kembali ke Khitah


Dari Diskusi Terfokus BEM Tasik-Ciamis dan KP2SP

diskusi-terfokusCIPEDES, PriLM – Kemanakah arah pergeraan dan peran mahasiswa dalam menyikapi kondisi yang terjadi belakangan ini, baik lokal maupun nasional? Pertanyaan itu muncul dalam diskusi Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) se-Tasik dan Ciamis dengan Kelompok Penulis dan Pembaca Surat Kabar Priangan (KP2SP) di ruang Rapat Redaksi HU Priangan, Jumat (26/2).

Diskusi bertajuk “Reorientasi Peran Mahasiswa dalam Tatanan Sosial” cukup menarik. Alasan tema muncul, karena tidak sedikit mahasiswa yang hadir banyak mempertanyakan arah kemana dan bagaimana sikap mahasiswa dalam menyikapi kondisi sosial di masyarakat saat ini.

Terlebih suhu politik nasioanl saat ini memuncak pada persoalan penegakan hukum dan penuntasan kasus Century yang menyedot perhatian banyak kalangan. Termasuk para mahasiswa yang dibuktikan dengan seringnya mereka melakukan aksi unjuk rasa.

Ketua KP2SP, Asep Cahyanto yang juga akademisi mengatakan, peran mahasiswa sebagai generasi muda memiliki peran penting dalam pemciptakan masyarakat yang lebih baik. “Mahasiswa itu sebagai pendobrak kebekuan dalam menciptakan kondisi masyarakat yang lebih baik disamping melaksanakan peran akademik, peran sosial dan peran politik,” ucapnya.

Menurut dia, mahasiswa itu harus menjadi seorang cendikiawan muda yang memikirkan gerak perubahan keseluruhan masyarakat ke arah yang lebih baik. Mahasiswa kata Asep, sesuai dengan konsep Arif Budiman harus bisa mencari dan melahirkan konsep-konsep untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik.

Hal senada diungkapkan praktisi hukum, Dwiadi Cahyadi. Ia mengatakan mahasiswa itu harus bisa berkiprah di masyarakat sebagai agen perubahan. “Reorientasi peran mahasiswa ya harus dikembalikan lagi pada mahasiswa itu sendiri. Mau kemana arah pergerakan mahasiswa. kami hanya bisa memberikan komentar dan tidak bisa menggurui,” ucapnya.


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Terhangat

BÉDA rasa, kecap 'nangtung', 'dahar', saméméh dianteur ku kecap 'jung' jeung 'am'. Kecap anteuran ngagambarkeun mimiti migawé. Kecap 'dahar' bisa waé ditapsirkeun eukeur atawa geus dahar. Tapi mun 'am dahar', nu kacipta téh ngamimitian ngahuap. Sarua jeung trét nulis. #preposisi

About 14 hours ago from Duddy RS | Solilokui's Twitter via Twitter for Android

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: