Connect with us

Lorong

Mari Berkondomria!


KAMPANYE kondom sudah lama digelorakan. Mak­sudnya, tentu baik. Terutama untuk meminimalkan merebaknya penyakit seksual. Penggunaan kondom diharapkan bisa mengurangi resiko penularan. Langkah yang patut diapresiasi sebagai tindakan preventif.

Namun di sisi lain, kampanye kondom juga menimbulkan tafsir lain di kalangan masyarakat. Bukan lagi dipandang sebagai tindakan pencegahan. Melainkan, justru ada kesan melonggarkan norma susila. Pasalnya, sekarang kondom tidak lagi semata-mata alat kontrasepsi yang direkomendasikan untuk suami-istri peserta Keluarga Berencana (KB).

Tetapi juga populer di kalangan non-suami istri. Tidak saja di kalangan kaum dewasa, tetapi juga para remaja. Ada kecenderungan, setiap akhir pekan kondom di apotik-apotik atau toko penyedia khusus, laku keras. Ditenggarai pembelinya, bukan saja yang berstatus dewasa yang sudah menikah, tetapi para remaja pun tidak sedikit yang jajan kondom. Kondisi itulah yang dikhawatirkan Ketua Komisi C DPRD Su­medang, drg. Rahmat Juliadi.

Ia menilai program Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi itu tidak cocok diterapkan di Sumedang. Lantaran menurut dia di Sumedang tidak ada remaja yang beresiko tinggi terindikasi penularan HIV/AIDS. Ada yang harus diluruskan dari program kampanye kondom untuk para remaja itu. Jangan sampai terjebak, sosialisasi penggunaan kondom diberlakukan untuk seluruh remaja. Dorongan untuk menggunakan kondom bisa salah alamat. Sejatinya sosialisasi pengggunaan kondom itu diperuntukkan bagi kelompok remaja yang beresiko. Bila tidak diluruskan bisa saja disalahpahami.

Penggunaan kondom ditafsirkan boleh bahkan harus digunakan oleh setiap remaja. Dengan kata lain, setiap remaja bisa tergiring untuk melakukan seks bebas, asal menggunakan kondom. Logika sederhana yang sering menjadi perbincangan di warung kopi dan majelis taklim.

Penyakit seksual, bisa diminimalisir dengan kondom. Salah satu yang menyebarkan penyakit seksual adalah seks bebas. Bila disalahartikan, boleh-boleh saja melakukan seks bebas asal selalu membawa bekal, kondom. Wah, bisa berabe.***


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lorong

  • Lorong

    Kesinambungan Bantuan Bencana

    MESTI dirancang program bantuan yang menyentuh kesinambungan hidup para pengungsi. Pemberdayaan ekonomi korban bencana menjadi sangat...

  • Lorong

    Hijrah: Lahir dan Batin

    HARI Jumat, 24 Juli 2015, malam terakhir awak redaksi berpacu dengan tenggat waktu di kantor lama,...

  • Lorong

    Fenomena Gunung Es Kekerasan pada Anak

    KASUS pembunuhan bocah Angeline di Bali menyita perhatian publik. Masih hangat juga, kasus penelantaran dan kekerasan...

  • Ekbis

    APBD Prorakyat

    SUDUT pandang yang berbeda antara komposisi belanja langsung dan belanja tidak langsung seringkali menjadi perdebatan birokrasi...

  • Lorong

    Impresi Laksana

    KAMI pernah merasakan kegetiran saat fluktuasi rupiah jumpalitan hingga titik terendah. Tahun 1997, deregulasi uang ketat...

  • Lorong

    Love Games

    DARI larik pertama sampai terakhir. Setiap kata dan ritma sama-sama menggairahkan. Cabikan bas Mark King langsung...

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: