Connect with us

Metrum

Mempersempit Ruang Gerak


MASA remaja ditandai sebagai fase transisi. Seorang anak menuju dewasa. Proses untuk menentukan peran sesungguhnya di tengah masyarakat. Perjalanan menuju kedewasaan tak selamanya berjalan dengan mulus. Gairah remaja untuk memenuhi rasa ingin tahu dan mencoba, seringkali salah kaprah.

Jalan yang menyesatkan remaja disebut-sebut dengan kenakalan. Berbeda maknanya dengan tindakan kriminal. Setiap kali sekelompok remaja terjerumus narkoba, tawuran, pemalakan, pencurian, pelecehan seksual, perusakan, ada kesan dimaklumi. Kenakalan remaja menghaluskan aksi brutral kaum remaja.

Padahal, kondisi yang tidak menguntungkan perkembangan psikologis kaum remaja itu acapkali serupa dengan aksi kejahatan yang dilakukan orang dewasa.

Nakal umumnya dipandang sebagai perbuatan tidak baik. Mengganggu orang, tetapi tidak disertai dengan kekerasan, pencurian atau perampokan. Membangkang kepada orang tua, merokok, bolos sekolah, masih dianggap wajar. Bahkan, pencurian barang keluarga akibat kecanduan narkoba — umpamanya — masih bisa kompromi. Jarang ada orang tua yang memperkarakan kasus itu.

Tetapi bila prilaku remaja sudah bertentangan dengan norma-norma yang telah disahkan hukum tertulis, bukankah termasuk aksi kejahatan atau kriminal?

Fenomena berandalan bermotor patut dicermati serius. Faktanya, aksi berandalan bermotor sudah meresahkan masyarakat. Selain melakukan perusakan, tak jarang sampai menghilangkan nyawa orang. Kenakalan remaja harus dibedakan dengan kejahatan remaja.  Bila sudah meresahkan, berandalan bermotor harus ditindak tegas.

Langkah Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota patut diapresiasi, setelah terjadi perusakan kantor HU Kabar Priangan, Kamis dini hari (1/1/2014). Kawanan remaja yang diduga anggota berandalan bermotor langsung terjaring.

Razia boleh jadi efektif. Namun penanganan berandalan yang meresahkan itu bukan tanggung jawab aparat saja. Peran masyarakat juga sangat vital, seperti yang dilakukan warga Paseh Kota Tasikmalaya yang langsung turun tangan menghalau dan menyisir berandalan bermotor. Warga Paseh telah mempersempit ruang gerak mereka dengan menggelorakan kembali sistem ketahanan dan keamanan rakyat semesta (hankamrata).


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
1 Komentar

1 Komentar

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Metrum

  • Metrum

    Orasi dan Puisi

    TAK ada angin tak ada hujan perbincangan para aktivis mahasiswa menukik tajam pada naluri paling dasar....

  • Metrum

    Rekognisi Desa

    LARIK-LARIK nyanyian Desaku karya Liberty Manik masih terngiang hingga kini. Lagu itu jadi andalan saat disuruh...

  • Metrum

    Berkarya dan Mengabdi

    PERJALANAN tak cuma menempuh jarak, tetapi juga menata gerak dan waktu yang menentukan titik balik eksistensi....

  • Metrum

    Dialog Semesta

    BERDIALOG dengan semesta. Sepintas seperti orang gila. Bahkan sangat tipis dengan kesesatan. Lalu sering disalahpahami dan...

  • Metrum

    Intelektual Organik

    DESA adalah kekuatan. Ungkapan itu tajam. Menjadi larik dalam sebuah nyanyian Iwan Fals. Membuka mata banyak...

  • Metrum

    Gara-gara Konflik

    KEDAMAIAN tak mengenal kebohongan. Pertarungan sejatinya menjadi ruang artikulasi yang sehat. Arena mengasah batin. Melahirkan kesatria....

Terhangat

BÉDA rasa, kecap 'nangtung', 'dahar', saméméh dianteur ku kecap 'jung' jeung 'am'. Kecap anteuran ngagambarkeun mimiti migawé. Kecap 'dahar' bisa waé ditapsirkeun eukeur atawa geus dahar. Tapi mun 'am dahar', nu kacipta téh ngamimitian ngahuap. Sarua jeung trét nulis. #preposisi

About 14 hours ago from Duddy RS | Solilokui's Twitter via Twitter for Android

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: