Connect with us

Iptek

Mengenal Peretas dan Menyelami Deep Web


 

image

TOPI putih, topi hitam, dan topi abu-abu. Bukan sekadar trén aksesoris tutup kepala. Tetapi juga istilah khas aliran peretas atau hacker.

“Prinsipnya, hacker sejati tidak menyalahgunakan keahliannya untuk kejahatan. Inilah yang dikenal dengan white hat hacker. Berbeda halnya dengan black hat hacker, yang meretas untuk kepentingan kejahatan. Black hat hacker sering disebut cracker,” papar pegiat Tasik Cyber, Febrian, saat digelar diskusi terfokus di Redaksi Kabar Priangan, Minggu (19/5).

Hacker harus dibedakan dengan cracker. “Pandangan orang umumnya menyamaratakan antara hacker dan cracker. Sebetulnya, beda. Hacker sejati biasanya orang baik-baik,” katanya. Sedangkan karakter peretas yang berada di antara white dan black, imbuh Febrian, lebih dikenal dengan sebutan grey hat hacker, si topi abu-abu.

Selain membahas hacker, Pembina Tasik Cyber, Aldy mengenalkan tentang Surface Weeb dan Deep Web.

Surface Website yang telah di-index oleh Google. Jadi belum ada apa-apanya dunia maya itu. Yang muncul di permukaan cuma sekitar 10 persen saja. Selebihnya ada di Deep Weeb. Di sinilah sisi gelap dunia internet, yang cuma bisa diakses kalangan tertentu,” katanya.

Deep Web, dikembangkan Naval Research Laboratory berlabel Proyek Tor, tahun 1990-an. “Inilah pusat informasi yang sebenarnya,” kata Aldy.

Posted from WordPress for Android


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
3 Komentar

3 Komentar

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iptek

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: