Connect with us

Lorong

Menulis Bisa Menyehatkan


      Membaca dan menulis seperti saudara kembar…

 

9nedutas5

Acep Zamzam Noor bersama komunitas Nedutas Genial

MENULIS bisa menyehatkan. Dalam kondisi tertentu menulis bisa mengendurkan urat syaraf. Bila kegundahan, kemarahan diibaratkan kotoran. Mencurahkan perasaan itu ke dalam tulisan, sama artinya dengan membuang kotoran.

Itulah yang diungkapkan penyair Acep Zamzam Noor di depan pelajar SMPN 2 Tasikmalaya saat digelar workshop jurnalistik dan apresiasi sastra, tempo lalu. Tradisi menuangkan gagasan ke dalam tulisan, harus digelorakan. Salah satu tempat yang paling ideal menumbuhkan tradisi itu adalah di sekolah.

Namun sayang, hingga saat ini mata pelajaran bahasa dan sastra dinilai belum berhasil menjadi wadah yang efektif menjadi media proses kreatif siswa menulis. Gelagat itu bisa ditenggarai. Jarang sekali kita mendengar, siswa diwajibkan membaca buku karya sastra. Kemudian membedahnya di ruang kelas. Hingga saat ini, umumnya, cukup siswa dijejali dengan judul-judul buku dan nama pengarangnya.

Hapal judul-judul buku dan pengarangnya saja tidak cukup. Tetapi siswa wajib membacanya. Lantaran, agar bisa menuangkan gagasan ke dalam tulisan harus diawali dengan membaca. Membaca dan menulis seperti saudara kembar. Jika ingin mempertajam kemampuan menulis, tak bisa ditawar-tawar lagi harus diimbangi dengan membaca.

Membaca akan membiasakan orang mencermati,  menghayati, dan mengendapkan saripati. Secara perlahan pula akan melatih orang untuk menyampaikan kembali intisari tulisan yang telah dibaca itu.

Di sekolah, banyak novel yang telah dirangkum untuk kepentingan bahan ajar. Hasilnya sangat berbeda dengan membaca langsung novelnya. Tentunya mengendapkan intisari tulisan, sangat berbeda dengan membaca rangkuman. Kita akan banyak kehilangan detil. Bagaimana pengarang mendeskripsikan penokohan dan latar — umpamanya — tentunya akan luput.

Mengajarkan sastra di sekolah, memang musti dipertajam. Menghadirkan Acep Zamzam Noor dan penyair lainnya di sekolah, sangat penting. Siswa bisa diajak langsung menyelami proses kreatif yang sesungguhnya. ***


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lorong

  • Lorong

    Kesinambungan Bantuan Bencana

    MESTI dirancang program bantuan yang menyentuh kesinambungan hidup para pengungsi. Pemberdayaan ekonomi korban bencana menjadi sangat...

  • Lorong

    Hijrah: Lahir dan Batin

    HARI Jumat, 24 Juli 2015, malam terakhir awak redaksi berpacu dengan tenggat waktu di kantor lama,...

  • Lorong

    Fenomena Gunung Es Kekerasan pada Anak

    KASUS pembunuhan bocah Angeline di Bali menyita perhatian publik. Masih hangat juga, kasus penelantaran dan kekerasan...

  • Ekbis

    APBD Prorakyat

    SUDUT pandang yang berbeda antara komposisi belanja langsung dan belanja tidak langsung seringkali menjadi perdebatan birokrasi...

  • Lorong

    Impresi Laksana

    KAMI pernah merasakan kegetiran saat fluktuasi rupiah jumpalitan hingga titik terendah. Tahun 1997, deregulasi uang ketat...

  • Lorong

    Love Games

    DARI larik pertama sampai terakhir. Setiap kata dan ritma sama-sama menggairahkan. Cabikan bas Mark King langsung...

Terhangat

BÉDA rasa, kecap 'nangtung', 'dahar', saméméh dianteur ku kecap 'jung' jeung 'am'. Kecap anteuran ngagambarkeun mimiti migawé. Kecap 'dahar' bisa waé ditapsirkeun eukeur atawa geus dahar. Tapi mun 'am dahar', nu kacipta téh ngamimitian ngahuap. Sarua jeung trét nulis. #preposisi

About 14 hours ago from Duddy RS | Solilokui's Twitter via Twitter for Android

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: