Connect with us

Sosbud

Nuansa Rupa Seniman Tasik


MENGAWALI pergantian tahun, geliat seni lukis kota Tasik kembali menunjukan taringnya. Ladang subur bagi para pelukis lokal mulai diakomodir dalam pameran lukisan yang dilaksanakan di Hotel Namira Jl. RE Martadinata Tasikmalaya, dari 2-31 JAnuari 2009. Sejumlah pelukis seperti Aten Warus, Warsif, Afrudin, Hilman Munajat, Agus Permana dan Zaenal Mutaqin, mendapatkan wadah dalam meluapkan apresiasinya.

Pameran yang dikemas dalam “Nuansa Goresan 2010” ini, menampilkan puluhan lukisan dengan berbagai karakter dan media. Dari mulai melukis dengan akrylic, cat minyak, serat goni, hingga Kolase (kulit kayu), tampil memukai setiap pengunjung yang memasuki galeri Hotel Namira. Begitu pula dengan tema-tema yang diangkat, dari mulai sosial, religi, alam hingga pauna semua tidak luput untuk diangkat.

Menurut penggagas sekaligus Ketua Keluarga Seni Rupa Tasikmalaya (KKSRT), Aten Warus, momentum pergantian tahun menjadi kesempatan untuk para seniman lukis Tasikmalaya meluapkan apresiasinya. Hingga pihaknya sepakat menunjukan hal tersebut dalam sebuah pameran lukisan. Meskipun hanya dengan berbekal semangat, namun Aten mengungkapkan, kiprah para pelukis lokal ini tidak akan pernah padam dan mati. “Terbukti kita lakukan pameran ini, meski tidak semua teman pelukis lain ikut karena bentrok dengan iven lain,” ujatnya.

Pihak Hotel Namira, diwakili Riyanto,  memandang kesadaran untuk memupuk seni lukis lokal Tasik ini merupakan kesadaran bersama. Sehingga bisa semakin tumbuh dan berkembang dan membawa nama Tasikmalaya di kancah seni budaya nasional. Karena disadari atau tidak, wadah apresiasi berupa tempat penyelanggaran pameran menjadi salah stu persoalan untuk mengadakan pameran. “Kita berbangga hati bisa menggelar pameran ini bersama, hingga Namira dipilih sebagai tempat pelaksanaan,” jelas Riyanto.

Pameran ini sebenarnya telah dibuka secara resmi sebelum pergantian tahun 2010, tepatnya pada 30 Desember 2009 lalu. Peresmian yang langsung dilakukan oleh Kadis Budpar dan Pora Kota Tasik, H. Djuniar Havid ini juga dihadiri berbagai seniman dan unsur Dinas Pemkot Tasik. Menurut Djuniar, dengan semangat perubahan tahun para seniman lukis Tasik akhirnya bisa menunjukan geliat kemajuannya. “Saya sqangat bangga dengan langkah yang dilakukan oelh teman-teman seniman,” tegasnya.

Ditambahkannnya, seni lukis semacam ini merupakan salah satu cara melestarikan nilai-nilai budaya kota Tasik. Karena seperti dari tema yang diangkat pun banyak menonjolkan keseharian masyarakat Tasikmalaya. Djuniar mengharapkan, kedepannnya para Perupa ini tidak hanya berkibar ditingkatan lokal saja, namun bisa merabah tingkatan regional bahkan Nasional. “Para pelukis kota santri ini ternyata tidak kalah hebat dengan pelukis kota-kota lain,” katanya.


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
2 Komentar

2 Komentar

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosbud

  • Sosbud

    BBM Ampuh

    PENGARUH naiknya harga bakar minyak (BBM) ternyata ampuh. Mengatrol harga-harga komoditas lain. Tetapi tidak bila harga...

  • Sosbud

    Sekadar Hari Antikorupsi

    HARI Antikorupsi Dunia, Selasa (9/12/2014), jadi momentum refleksi semua pihak. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota...

  • Sosbud

    Media Sunda Lawas ti Tasikmalaya

    KABEUNGHARAN inteléktual urang Tasikmalaya, di antarana ngaréngkol dina ngokolakeun média. Lian ti koran Sipatahoenan anu gumelar...

  • Sosbud

    Bupati jeung Puisi

    GEDONG Kasenian Tasikmalaya (GKT) diadegkeun taun 1998 kalawan istiméwa. Minangka pangbagéa pamaréntah pikeun para seniman. Sanajan...

  • Sosbud

    Wan Orlet: Soal Becak

    WAWAN Rudiat atau lebih dikenal dengan Wan Orlet, hatinya tak sekeras dunianya. Sehari-hari bergelut dengan dunia...

  • Sosbud

    Tradisi "Enam" Penyair Tasikmalaya

    BERGELUT dengan kata, tidak lantas membuat seseorang dinobatkan menjadi pu­jangga. Setiap saat orang menggunakan bahasa untuk...

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: