Connect with us

Edukasi

Pertajam Penggunaan Alat Peraga


Jangan Jejali Murid dengan Teori

TASIK, PriLM – Puluhan guru dan kepala sekolah yang ada di wilayah kerja UPTD Pendidikan Kec. Purbaratu Kota Tasik mengikuti pelatihan penggunaan alat peraga MIPA yang diselenggarakan di SDN Sukamenak 5 Purbaratu, beberapa waktu lalu.

Para guru terlihat antusias dan semangat mengikuti kegiatan itu selain merasa tertarik juga karena merupakan suatu kewajiban  yang harus dipenuhi dalam kesehariannya ketika mentransfer ilmunya kepada para peserta didiknya di kelas khususnya cara menggunakan alat peraga dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

“Masih banyak guru yang tidak tahu cara menggunakan alat peraga untuk mendukung pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA), sehingga alat peraga yang ada di sekolah kurang berfungsi,” kata Kepala UPTD Pendidikan Kec. Purbaratu, Drs. E. Budiman, M.Pd, di sela acara pelatihan.

Oleh karena itu, ujar Budiman, kami mengajukan untuk mengadakan pelatihan bagi para guru khususnya yang berada di wilayah UPTD Pendidikan Purbaratu. Selain itu, alat peraga yang selama ini sudah ada di sebagain sekolah juga bisa lebih bermanfaat karena tidak hanya dijadikan sebagai pajangan saja.

“Bagaimana bisa meningkatkan mutu pendidikan kalau para gurunya tidak mempunyai kemampuan, ya salah satu contohnya kemampuan dalam menggunakan alat peraga sebagai pendukung didalam memberikan ilmunya kepada peserta didik,” katanya.

Budiman menambahkan, hal itu penting dilakukan karena menyangkut materi pelajaran yang harus dikuasai oleh guru agar para siswa bisa mempelajari ilmu khususnya pelajaran IPA  dengan benar.

Sementara itu, Eddy Supardhie, instruktur yang memberikan materi praktek pada diklat itu mengatakan seharusnya sebelum diberi alat peraga guru-guru yang mengajar pelajaran IPA diberi dulu pengarahan atau diklat mengenai tata cara penggunaannya agar lebih efektif. Guru, katanya, diharapkan mempunyai kompetensi dalam mengimplementasikan kurikulum (merencanakan, melaksanakan, menilai, mendayagunakan dan memelihara alat) baik secara kognitif, afektif, dan psikomotor. “Jangan hanya dijejali dengan materi teori saja,” ungkapnya, saat mempraktekkan cara penggunaan berbagai alat peraga pendudukung proses pembelajaran di sekolah. E-23***


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: