Connect with us

Metrum

Pohon Haram di Hutan Lindung


ganjaGARUT disebut-sebut ladang ganja terbesar di Jawa Barat. Sebutan itu diperkuat fakta, sejak tahun 2011 ditemukan lima titik ladang ganja di Gunung Mandalagiri, Blok 143, Legok Burak, Desa Simpang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Termasuk, hasil temuan Satnarkoba Polres Garut, Selasa (11/11/2014) tempo hari.

Kebun ganja teranyar ditemukan di kaki gunung yang curam. Lokasi yang ideal, tersembunyi dan sulit dijangkau. Sedikitnya 41 batang pohon ganja ditemukan di ladang itu, tingginya rata-rata 120 cm diperkirakan berusia 3-4 bulan. Belum saatnya dipanen. Tetapi dua pohon hanya tinggal batang, daunnya sudah dipreteli.

Jenis ganja yang ditanam di kawasan itu termasuk berkelas. Bila sudah kering nilainya bisa mencapai Rp 50 juta, dijual Rp 3 juta per kilogram. Diduga bibitnya berasal dari Aceh, tumbuh dengan baik di dataran tinggi Cikajang yang bersuhu dingin.

Penemuan kembali ladang ganja di kawasan yang sama hingga berulang sampai lima kali — sepanjang tahun 2011-2014 — patut dicermati. Karena titik-titik itu sejatinya sudah ditenggarai sebagai daerah rawan. Tentunya, cuma orang nekad yang berani menanami kembali pohon di blok itu. Pola peredaran ganja — masuk dan keluar — diduga melalui Kabupaten Cianjur atau Garut Selatan. Analisa wilayah sudah bisa dipetakan, bila diasumsikan, ganja-ganja itu kiriman dari Aceh.

Peredarannya masuk melalui jalur lintas Sumatera, Pelabuhan Merak, Jakarta, Bogor, Cianjur, Garut wilayah selatan, kemudian ditanami di Kecamatan Cikajang. Setelah panen, tidak langsung beredar di kawasan perkotaan Garut. Artinya, saat masuk ke wilayah Garut, para pelaku mengambil jalur pegunungan agar tidak terkena razia di daerah perkotaan.

Skema itu sudah ada di tangan aparat kepolisian di kawasan Garut Selatan serta perbatasan antara Garut dan Cianjur. Tetapi, pengawasan yang lemah di kawasan Selatan Garut membuka celah para pengelola kebun daun surga itu bergerak leluasa.

Bila pengawasan dilakukan secara simultan dan berkesinambungan, penanam ganja tak akan berani macam-macam. Kalau sudah lima kali ditemukan di kawasan hutan lindung milik Perhutani itu, artinya langkah preventif gagal dan harus dipertajam.

Penanaman ganja di sana akan mengundang banyak pertanyaan. Pasalnya, pohon yang diharamkan Undang-undang itu tumbuh di tanah hutan yang dilindungi negara.


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
3 Komentar

3 Komentar

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Metrum

  • Metrum

    Orasi dan Puisi

    TAK ada angin tak ada hujan perbincangan para aktivis mahasiswa menukik tajam pada naluri paling dasar....

  • Metrum

    Rekognisi Desa

    LARIK-LARIK nyanyian Desaku karya Liberty Manik masih terngiang hingga kini. Lagu itu jadi andalan saat disuruh...

  • Metrum

    Berkarya dan Mengabdi

    PERJALANAN tak cuma menempuh jarak, tetapi juga menata gerak dan waktu yang menentukan titik balik eksistensi....

  • Metrum

    Dialog Semesta

    BERDIALOG dengan semesta. Sepintas seperti orang gila. Bahkan sangat tipis dengan kesesatan. Lalu sering disalahpahami dan...

  • Metrum

    Intelektual Organik

    DESA adalah kekuatan. Ungkapan itu tajam. Menjadi larik dalam sebuah nyanyian Iwan Fals. Membuka mata banyak...

  • Metrum

    Gara-gara Konflik

    KEDAMAIAN tak mengenal kebohongan. Pertarungan sejatinya menjadi ruang artikulasi yang sehat. Arena mengasah batin. Melahirkan kesatria....

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: