Connect with us

Edukasi

Pulang Kampung


image

DI Harumandala, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, saya menemukan kampung belajar tentang banyak hal.

Sangat menggairahkan. Sekelompok anak muda yang sudah malang melintang di kota, kembali ke desa. Kemudian merintis sekolah.

Ketua Yayasan Pelita Nusantara, Encep Nurzaman, masih sosok yang kukenal satu setengah tahun silam, saat dia memangku jabatan Ketua Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII) Kota Tasikmalaya.

Ketika itu aksi mahasiswa yang dinakhodainya tidak melulu turun ke jalan sembari tangan dikepal dan maju ke muka. Tetapi sudah diwarnai dengan diskusi-diskusi terfokus di kantor redaksi Kabar Priangan.

Satu setengah tahun lalu, saya merasakan kehangatan perbincangan tentang lingkungan hidup yang digagasnya, mengundang Kepala Dinas Pendidikan, semasa dijabat H. Endang Suherman.

Tiba-tiba Encep menghilang. Selama satu setengah tahun itu, tak ada kabar. Saya menganggap lumrah-lumrah saja. Sempat terlintas, Encep sudah hijrah, meniti karir di kota besar.

Tetapi, sangkaan itu meleset. Encep ternyata pulang kampung, dan mendirikan SMK NU Pelita Nusantara di Harumandala.

“Bersama teman-teman, saya membangun sekolah di kampung, Kang!” katanya.

Pertemuan tanpa terduga. Saat berangkat ke Harumandala, saya hanya kontak dengan Andang Nusaputra dan Ai Nurhidayat dari Komunitas Belajar Sabalad Pangandaran.

Saya bilang, pertemuan ini, mungkin sebuah ayat.

Langkah Encep patut diapresiasi. Bagaimana pun, kembali ke kampung, bukan pilihan yang populer di kalangan para aktivis muda.

Posted from WordPress for Android


Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: