Connect with us

Metrum

Ramadan di Kedalaman


RAMADAN bukan buih, Ramadan adalah mutiara.

Menahan diri bukan pekerjaan gampang. Untung saja ada bulan Ramadan. Selama bulan suci, pemeluk agama Islam wajib berpuasa. Bukan saja puasa lahiriah seperti menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memelihara kesucian batin. Menjaga ibadah wajib dan memperbanyak ibadah sunat.
Salat Tarawih, kuliah subuh, tadarus, dan itikaf di masjid mewarnai aktivitas umat Islam di seluruh marcapada. Selama Ramadan, kaum muslim diajak meningkatkan kesolehan secara total.

Semua kompak menyuarakan kebaikan dengan penuh kegembiraan. Bukankah Ramadan juga seringkali diibaratkan bulan yang selalu membawa kabar gembira. Siapa pun yang diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan Ramadan patut bersyukur. Pasalnya, selama bulan istimewa itu, setiap orang bisa menikmati hikmahnya. Sekalipun bukan pemeluk Islam.

Ramadan seringkali disambut dengan sukacita yang berlebihan. Kegembiraan yang bersahaja bisa ternoda tanpa disadari. Bersukacita menyambut Ramadan sangat dianjurkan selama tidak kebablasan. Kegembiraan yang meluap, bisa menghilangkan substansi bila sudah lupa diri.

Setelah menahan lapar seharian, tentu akan sangat menikmati ketika berbuka puasa. Saat berbuka patut disambut dengan rasa syukur. Hidangan pun tidak jarang lebih istimewa ketimbang hari-hari biasa. Lengkap dari makanan pembuka sampai makanan berat.

Tetapi tanpa disadari, dijalaniĀ dengan cara yang berlebihan. Setiap hari tanpa disadari anggaran belanja rumah tangga membengkak. Kebutuhan selama bulan puasa mendadak jadi bengkak. Harga-harga kebutuhan pokok pun naik.

Menyambut Ramadan dengan gembira sangat dianjurkan. Tetapi bisakah bergembira dengan bersahaja? Bergembira yang tidak seperti buih, melainkan seperti mutiara di kedalaman.

foto Erwin R Widyagiri


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
1 Komentar

1 Komentar

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Metrum

  • Metrum

    Orasi dan Puisi

    TAK ada angin tak ada hujan perbincangan para aktivis mahasiswa menukik tajam pada naluri paling dasar....

  • Metrum

    Rekognisi Desa

    LARIK-LARIK nyanyian Desaku karya Liberty Manik masih terngiang hingga kini. Lagu itu jadi andalan saat disuruh...

  • Metrum

    Berkarya dan Mengabdi

    PERJALANAN tak cuma menempuh jarak, tetapi juga menata gerak dan waktu yang menentukan titik balik eksistensi....

  • Metrum

    Dialog Semesta

    BERDIALOG dengan semesta. Sepintas seperti orang gila. Bahkan sangat tipis dengan kesesatan. Lalu sering disalahpahami dan...

  • Metrum

    Intelektual Organik

    DESA adalah kekuatan. Ungkapan itu tajam. Menjadi larik dalam sebuah nyanyian Iwan Fals. Membuka mata banyak...

  • Metrum

    Gara-gara Konflik

    KEDAMAIAN tak mengenal kebohongan. Pertarungan sejatinya menjadi ruang artikulasi yang sehat. Arena mengasah batin. Melahirkan kesatria....

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: