Connect with us

Metrum

Siapakah Pengganti Jeje Wiradinata?


WAKIL Bupati Ciamis, Jeje Wiradinata resmi menanggalkan jabatan. Kemudian melenggang ke Pangandaran, menjadi calon bupati pertama di daerah otonom baru itu. Sekarang aturannya berbeda. Pejabat yang mengikuti Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) harus mengundurkan diri, tidak cukup sekadar cuti.

Sosok Jeje, sudah tidak asing lagi. Dikenal luwes dan berjejaring luas. Saat pemilihan umum serentak mengemuka, Jeje mendapat restu pertama dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Di Pangandaran langsung gayung bersambut, koalisi lima partai langsung terbentuk. PDI Perjuangan, Golkar, PPP, PKS, dan Demokrat sepakat untuk mengusung Jeje bersama Adang Hadari.

DPRD Kabupaten Ciamis, sejatinya bekerja dengan cermat untuk mencari sosok pengganti Jeje. Mencari sosok yang dianggap setara kapasitas individunya tidak gampang. Seluruh legislator yang mewakili rakyat Ciamis dituntut bekerja keras.

Ketentuan tentang penggantian kepala daerah dan wakil kepala daerah Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah atau populer disebut “UU Pemda”. Pengunduran Jeje termasuk berhalangan tetap, seperti yang diungkapkan Pasal 29 ayat (2) jo. Pasal 29 ayat (1) UU Pemda. Kepala daerah dan atau wakil kepala daerah berhenti karena, meninggal dunia, permintaan sendiri, atau diberhentikan.

Langkah DPRD Kabupaten Ciamis sudah tepat. Pimpinan DPRD memberitahukan pengunduran diri itu untuk diputuskan dalam Rapat Paripurna dan diusulkan oleh pimpinan DPRD. Selanjutnya, setelah pengunduran diri Jeje dikukuhkan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, DPRD harus menentukan pengganti.

Bola panas akan menggelinding di lembaga DPRD. Menentukan calon wakil bupati pengganti Jeje Wiradinata tugas paling berat tahun ini. Karena, sosok yang nanti dipilih oleh DPRD harus benar-benar merepresentasikan pilihan rakyat.

Rakyat Ciamis yang mayoritas memilih Jeje mendampingi Iing Syam Arfien pada Pilkada 22 September 2013 lalu karena kualitas kepemimpinan yang saat ini melekat pada diri Jeje Wiradinata.

Hasil pilihan DPRD akan menjadi pertaruhan pada sisa masa jabatan Wakil Bupati Ciamis, sekitar tiga tahun lagi. Sosok pengganti Jeje juga harus klop dengan Bupati Ciamis, H. Iing Syam Arifien saat ini. Karena terpilihnya Jeje pada Pilkada lalu, tidak lepas dari keinginan H. Iing Syam Arifien dengan Jeje untuk bersama-sama membangun Ciamis.

Keinginan Bupati Ciamis itu harus menjadi pertimbangan DPRD. Salah memilih bisa runyam dan bisa merugikan. Artinya langkah DPRD Kabupaten Ciamis harus benar-bernar cermat dan jernih.***

Foto dokumentasi Kabar Priangan


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Metrum

  • Metrum

    Orasi dan Puisi

    TAK ada angin tak ada hujan perbincangan para aktivis mahasiswa menukik tajam pada naluri paling dasar....

  • Metrum

    Rekognisi Desa

    LARIK-LARIK nyanyian Desaku karya Liberty Manik masih terngiang hingga kini. Lagu itu jadi andalan saat disuruh...

  • Metrum

    Berkarya dan Mengabdi

    PERJALANAN tak cuma menempuh jarak, tetapi juga menata gerak dan waktu yang menentukan titik balik eksistensi....

  • Metrum

    Dialog Semesta

    BERDIALOG dengan semesta. Sepintas seperti orang gila. Bahkan sangat tipis dengan kesesatan. Lalu sering disalahpahami dan...

  • Metrum

    Intelektual Organik

    DESA adalah kekuatan. Ungkapan itu tajam. Menjadi larik dalam sebuah nyanyian Iwan Fals. Membuka mata banyak...

  • Metrum

    Gara-gara Konflik

    KEDAMAIAN tak mengenal kebohongan. Pertarungan sejatinya menjadi ruang artikulasi yang sehat. Arena mengasah batin. Melahirkan kesatria....

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: