Connect with us

Metrum

Taman Kenangan


KEPUASAN itu sederhana. Bisa diréka-réka, layaknya sedang menata bunga di taman. Kini aku puas dan bahagia, karena ada guru SMA-ku yang masih mengenaliku dengan baik. Sekalipun sejak kelas I sampai III tak pernah diajari di kelas. Pak Tedi Riyadi, guru kimia, mengajar di kelas lain. Guru kimiaku, Pak Yayat.

Boleh jadi lantaran kenakalanku ketika itu. Pernah beberapa kali “wajib lapor” ke ruang BK. Gara-gara bolos pelajaran agama bersama Rajak yang kini jadi kepala desa. Boleh jadi juga karena wajahku dianggap mirip penyanyi flamboyan, Chrisye. Atau, mungkin karena gambar-gambarku yang nyaris setiap pekan mewarnai majalah dinding. Kemudian membuatku tergelincir menjadi ilustrator majalah sekolahku, “Lugu” (Perlu Guru).

Baiklah, aku kosongkan segala asumsi, apa pun yang melatari aku merasa “sok akrab” dengan guru-guru SMA-ku. Foto groufie ini silakan ditafsirkan. Aku bersama Pak Tedi, Uténg, dan Gowie. Uténg kini mengajar kesenian di SMAN 2 Tasikmalaya. Sedangkan Gowie, menjadi satuan pengaman. Keduanya teman seangkatan yang setia berbakti untuk almamater.”


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Metrum

  • Metrum

    Orasi dan Puisi

    TAK ada angin tak ada hujan perbincangan para aktivis mahasiswa menukik tajam pada naluri paling dasar....

  • Metrum

    Rekognisi Desa

    LARIK-LARIK nyanyian Desaku karya Liberty Manik masih terngiang hingga kini. Lagu itu jadi andalan saat disuruh...

  • Metrum

    Berkarya dan Mengabdi

    PERJALANAN tak cuma menempuh jarak, tetapi juga menata gerak dan waktu yang menentukan titik balik eksistensi....

  • Metrum

    Dialog Semesta

    BERDIALOG dengan semesta. Sepintas seperti orang gila. Bahkan sangat tipis dengan kesesatan. Lalu sering disalahpahami dan...

  • Metrum

    Intelektual Organik

    DESA adalah kekuatan. Ungkapan itu tajam. Menjadi larik dalam sebuah nyanyian Iwan Fals. Membuka mata banyak...

  • Metrum

    Gara-gara Konflik

    KEDAMAIAN tak mengenal kebohongan. Pertarungan sejatinya menjadi ruang artikulasi yang sehat. Arena mengasah batin. Melahirkan kesatria....

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: