Connect with us

Kliping

Tasik Terima PNPM Paling Besar


KAWALU,PriLM – Dinilai baik dan bisa menyelesaikan permasalahan dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), Kab.Tasikmalaya kembali dipercaya menerima bantuan PNPM pada tahun ini oleh Pemerintah pusat, untuk kembali dikucurkan kepada masyarakat yang rencananya akan terrealisasi langsung ke masyarakat pada bulan September mendatang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMKB) Nia Kurniati melalui Kasubid Pemberdayaan BPMKB Heri Sugiri saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis(27/8). Penilaian baik itu, kata Heri, terbukti dengan masih diberikannya anggaran untuk PNPM dari pusat, bahkan Kab.Tasikmalaya dinyatakan daerah terbesar se-Jawa Barat penerima PNPM, yakni sebesar Rp 82 miliar terdiri dari Rp 65,6 miliar dari pusat dan daerah Rp 16,4 miliar.

“Kalau PNPM di kita dinilai kurang sehat, pasti kita sudah di dis. Tapi ternyata kita malah diberi lagi dan se-Jabar Kab.Tasik paling besar menerima anggaran PNPM-nya. Perlu diketahui juga, tahun lalu hanya 16 kecamatan dan sekarang ditambah 17 kecamatan lagi atau jumlah totalnya 35 kecamatan mendapat PNPM dan 4 kecamatan lainnya melalui bantuan program penanggulangan kemiskinan di perkotaan (P2KP),” jelas Heri.

Permasalahan yang diselesaikan sendiri, kata Heri terjadi pada tahun 2008, saat itu dari 16 Kecamatan penerima PNPM  
4 Kecamatan diantaranya bermasalah. Keempat Kecamatan itu yakni Karangnunggal, Cikatomas, Salawu dan Sodonghilir.

“4 Kecamatan dinyatakan status bermasalah karena faktor penyelewengan oleh oknum pengurus UPK dan pengurus tingkat desa serta kelompok, namun dengan melibatkan semua pelaku dari empat kecamatan itu, kini masalah tersebut semua sudah selesai bahkan yang melalui jalur hukum juga sudah divonis,” ungkapnya.

Jelasnya, dua kecamatan penyelesainnya dengan cara menempuh cara pengembalian dana oleh pelaku penyelewengan melalui tanggungrenteng dari 14 desanya dengan cara mengganti sejumlah kerugian sebesar Rp5 juta per desa. Sedang satu kecamatan lagi menempuh jalur hukum sampai proses peradilan dengan vonis dua tahun penjara.

“Karena masalahnya sudah selesai pada tahun ini keempat kecamatan tersebut kembali bisa berpartisipasi dalam PNPM mandiri perdesaan tahun ini. Makanya beberapa waktu lalu Kabupaten Malang datang dan ingin melakukan studi banding dengan kita karena keberhasilan kita menyelesaikan masalah tersebut,” pungkasnya.

Pada tahun 2008 lalu pelaksanaan PNPM diberikan kepada 16 Kecamatan dengan total bantuan langsung masyarakat (BLM) sebesar Rp68 miliar lebih.  Sedang empat Kecamatan lainnya yakni Kec.Singaparna, Sukarame, Rajapolah dan Kec.Ciawai dialokasikan melalui program penanggulangan kemiskinan di perkotaan (P2KP).

 


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...

Kliping

Terhangat

BÉDA rasa, kecap 'nangtung', 'dahar', saméméh dianteur ku kecap 'jung' jeung 'am'. Kecap anteuran ngagambarkeun mimiti migawé. Kecap 'dahar' bisa waé ditapsirkeun eukeur atawa geus dahar. Tapi mun 'am dahar', nu kacipta téh ngamimitian ngahuap. Sarua jeung trét nulis. #preposisi

About 14 hours ago from Duddy RS | Solilokui's Twitter via Twitter for Android

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: