Connect with us

Edukasi

Terapkan Gaya Pengadilan di Sekolah


pengadilanKERJA keras Ai Tin Sumartini berbuah manis. Pengajar di SPMN 5 Kota Tasik ini, terpilih sebagai guru berprestasi tingkat Kota Tasik dan Juara II di tingkat Provinsi Jabar. Berkat penerapan metode pembelajaran aktif pada anak didiknya, yang diadaptasi dari proses sidang dipengadilan.

Bagi guru pengajar PPKN ini, proses belajar anak-anak mesti ada inovasi, agar mereka tidak jenuh. Maka ia mengiring para siswanya untuk masuk proses berjalannya pengadilan. Setelah itu mereka diarahkan melakukan simulasi di kelas serta laporan proses.

“Anak-anak cukup antusias dan menikmati belajar secara langsung,” ujarnya.

Karya tulis inilah yang disuguhkan pada penguji saat dirinya melakukan presentasi tingkat provinsi. Dengan mewakili SMP se-kota tasik, ia mempunyai harapan jika para guru lainya bisa mengikuti jejaknya kini. “minimalnya menjadi motifasi bagi guru lain untuk menerapkan metode belajar yang aktif bagi anak didik,” tutur perempuan kelahiran 6 Oktober 1971 ini.  

Bukan tanpa alasan dirinya mewakili SMPN 5, sehingga terus lolos melaju ke tingkat provinsi. Ai Tin  dipandang sebagai pengajar yang muda, inovatif, kreatif dan penuh disiplin. diusianya yang ke 39 tahun, ia bahkan membuat buku tentang cara belajar inovatif bersama suaminya Asep sutisna yang juga sama pengajar. “saya sudah lima tahun menekuni pembuatan buku metode belajar inovatif,” ujar guru yang kini tingal di Perum Kota baru kota tasik.

Menurut rekan-rekannya, Ai Tin merupakan pribadi yang supel, bersahaja dan religius. Bahkan tidak jarang dirnya menjadi tempat curhat guru lain di SMPN 5. Mereka umumnya bertanya seputar cara mengajar dan berbagai macam metode pendekatan pada para murid.

Begitu pun menurut kepala sekolah SMPN 5 Tasik Drs.H. Dadang Abdul Patah M.M, pribadi Ai Tin sering dipercaya untuk mewakili SMPN 5 dalam berbagai lomba guru teladan. menurutnya, sosok Ai Tin bisa dijadikan publik pigur serta diteladani bagi guru yang lain. “Dirinya bisa jadi teladan agar memotifasi guru-guru yang lain,” tutur Dadang.

Bahkan saat ini Ai Tin dipercaya sebagai pembantu kepala sekolah dalam bidang kurikulum. “saya percaya beliau. Selain kinerjanya sudah terlihat, pengalaman dalam membuat inovasi disekolah pun bisa diterapkan secara langsung dalam proses pendidikan,” pungkas Dadang


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: