Connect with us

Sosbud

Tidak Semata-mata Pendopo Dibangun


mayan-wooden-masks-for-saleLARIK-LARIK puisi kontemplatif dilantunkan Acil Darmawan Hardjakusumah, atau lebih akrab disapa Acil Bimbo, saat Sawala Budaya berlangsung di Pendopo, Selasa (15/12/2009).

Suguhan dua lagu dari Acil, Sendiri dan Sajadah Panjang bisa menunjukkan peran budaya yang dirasakan langsung masyarakat. Seni, selain mengandung ajaran juga bisa dinikmati sebagai hiburan. “Persoalannya, bagaimana sekarang seni dan budaya Sunda bisa ngindung ka waktu mibapa ka jaman,” ujar Acil.

Menurut dia, perlu komitmen bersama untuk mengembangkan kesenian daerah. Pemerintah, harus bisa mengalokasikan anggaran yang cukup agar kesenian daerah bisa berkembang dan tumbuh.

Pandangan itu senada dengan Penyair Acep Zamzam Noor. Namun Acep juga mengingatkan, peran pemerintah saja tidak cukup, masyarakat pun punya andil  besar. “Kesenian bukan tanggung jawab pemerintah saja, tetapi masyarakat juga harus bertanggung jawab,” katanya.

Pemerintah harus berkaca pada sejarah. Banyak hal yang sudah dibenahi pada masa lalu, namun pada saat ini ditinggalkan. “Pendopo tidak semata-mata dibangun,” kata Acep.

Di tempat ini, di jaman itu kesenian ditumbuhkan. Selain menjadi pusat pemerintahan, pendopo pun menjadi tempat berlangsung kegiatan sosial budaya. Pendopo sudah biasa digunakan tempat digelar kesenian tradisional, ibing tayub, serimpi, wayang, tandak, dan kesenian tradisi lainnya.

Tasikmalaya, imbuh Acep, kaya khazanah kesenian tradisional yang sangat kontemplatif. Bila kesenian ini kembali dihidupkan di pendopo, paling tidak, akan menjadi pencerahan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Tasikmalaya, Drs. E.Z. Alfian (sekarang menjabat Asisten Daerah Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya), yang saat itu menjadi panumbu catur (moderator), berharap Sawala Budaya bisa menjadi jembatan para seniman, budayawan, dan seluruh stakeholders merumuskan konsep yang terukur dan bisa ditindaklanjuti menjadi langkah konkrit. Tampak hadir, dalam Sawala Budaya itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Provinsi Jawa Barat, Hernawan; Kapolwil Priangan, Anton Charlyan; Wakil Bupati Tasikmalaya, H.E. Hidayat, Ketua MUI dan Unsur Pimpinan DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Dalam kesempatan itu diserahkan pula penghargaan kepada para seniman dan budayawan Kabupaten Tasikmalaya,  Acep Zamzam Noor, Agus AW, Cupit Danutirtawijaya, Ki Darya, dan LS Motekar.

illustrasi courtesy 123rf.com


Sosbud

  • Sosbud

    BBM Ampuh

    PENGARUH naiknya harga bakar minyak (BBM) ternyata ampuh. Mengatrol harga-harga komoditas lain. Tetapi tidak bila harga...

  • Sosbud

    Sekadar Hari Antikorupsi

    HARI Antikorupsi Dunia, Selasa (9/12/2014), jadi momentum refleksi semua pihak. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota...

  • Sosbud

    Media Sunda Lawas ti Tasikmalaya

    KABEUNGHARAN inteléktual urang Tasikmalaya, di antarana ngaréngkol dina ngokolakeun média. Lian ti koran Sipatahoenan anu gumelar...

  • Sosbud

    Bupati jeung Puisi

    GEDONG Kasenian Tasikmalaya (GKT) diadegkeun taun 1998 kalawan istiméwa. Minangka pangbagéa pamaréntah pikeun para seniman. Sanajan...

  • Sosbud

    Wan Orlet: Soal Becak

    WAWAN Rudiat atau lebih dikenal dengan Wan Orlet, hatinya tak sekeras dunianya. Sehari-hari bergelut dengan dunia...

  • Sosbud

    Tradisi "Enam" Penyair Tasikmalaya

    BERGELUT dengan kata, tidak lantas membuat seseorang dinobatkan menjadi pu­jangga. Setiap saat orang menggunakan bahasa untuk...

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: