Connect with us

Metrum

Tukar Pakai Aset


LEBIH dari satu dasawarsa, tarik-menarik aset antara Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya, menemukan titik terang. Setahun lalu, secara de jure persoalan itu sudah rampung, dari 85 aset yang dipermasalahkan, dalam kesepakatan itu sebanyak 41 aset — di antaranya Pendopo, eks Terminal Cilembang, Gedung Sekretariat Daerah Lama, dan sebagian kompleks olahraga Dadaha diserahkan kepada Kabupaten. Sedangkan, 44 aset lain menjadi hak Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Di atas kertas, sudah tidak ada masalah.

Namun secara de facto, ternyata masih menyisakan pekerjaan rumah. Ada tiga aset kantor pemerintahan yang sampai saat ini, belum bisa digunakan Pemkot Tasikmalaya. Sementara sisanya sudah bisa digunakan baik oleh publik maupun perkantoran. Ketiga aset itu, gedung eks DPRD di depan Mesjid Agung, kompleks kantor pemerintahan di Kawalu dan Gedung SKB di kompleks perkantoran jalan Ir. Juanda.

Setahun setelah penyerahan aset diresmikan, ketiga aset kantor pemerintahan itu masih digunakan Pemkab Tasikmalaya.
Kondisi itu boleh jadi masih dianggap wajar. Tidak ada yang harus diperuncing. Bukankah konflik soal aset sudah berlalu? Apalagi, Pemkab dan Pemkot Tasikmalaya sekarang layaknya saudara kembar.

Ada juga yang mengibaratkan induk dan anak. Tetapi itu dulu, saat awal Kabupaten Tasikmalaya dimekarkan. Perumpamaan itu pun mengemuka demi mencairkan suasana yang panas. Lantaran konflik harta “gono-gini” itu sempat meruncing. Puncaknya, ketika Wali Kota dijabat Syarif Hidayat, sempat terjadi pematokan di beberapa titik aset yang dipersoalkan.

Saat ini bisa saja terkuak kembali. Bila komunikasi Pemerintah Kabupaten dan Kota Tasikmalaya perihal penyelesaian aset sampai betul-betul rampung terus dibangun kedua belah pihak. Belum ada kepastian, hingga kapan ketiga aset milik Pemkot Tasikmalaya itu akan digunakan Pemkab Tasikmalaya.

Sebetulnya Pemkot Tasikmalaya pun masih menggunakan aset milik Pemkab di Cilembang kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan UPTD Pemadam Kebakaran.

Sampai saat ini memang adem-adem saja. Tetapi, bila komunikasi yang baik antara kedua belah pihak tidak berjalan, dikhawatirkan akan mengganggu pelayanan publik. Pasalnya, bila tidak dikomunikasikan dengan baik bisa mengundang ketidaknyamanan bekerja kedua belah pihak. Apalagi belum ada kepastian, sampai kapan keduanya bertukar pakai aset-aset itu.


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Metrum

  • Metrum

    Orasi dan Puisi

    TAK ada angin tak ada hujan perbincangan para aktivis mahasiswa menukik tajam pada naluri paling dasar....

  • Metrum

    Rekognisi Desa

    LARIK-LARIK nyanyian Desaku karya Liberty Manik masih terngiang hingga kini. Lagu itu jadi andalan saat disuruh...

  • Metrum

    Berkarya dan Mengabdi

    PERJALANAN tak cuma menempuh jarak, tetapi juga menata gerak dan waktu yang menentukan titik balik eksistensi....

  • Metrum

    Dialog Semesta

    BERDIALOG dengan semesta. Sepintas seperti orang gila. Bahkan sangat tipis dengan kesesatan. Lalu sering disalahpahami dan...

  • Metrum

    Intelektual Organik

    DESA adalah kekuatan. Ungkapan itu tajam. Menjadi larik dalam sebuah nyanyian Iwan Fals. Membuka mata banyak...

  • Metrum

    Gara-gara Konflik

    KEDAMAIAN tak mengenal kebohongan. Pertarungan sejatinya menjadi ruang artikulasi yang sehat. Arena mengasah batin. Melahirkan kesatria....

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: