Connect with us

Metrum

Uforia Kecil

LARANGAN pelajar membawa kendaraan ke sekolah disambut baik berbagai kalangan. Kapolres Tasikmalaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Noffan Widyayoko mendukung penuh Pemerintah Kota Tasikmalaya menerbitkan surat edaran itu.

Gayung bersambut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Achdiyat Siswandi pun setuju. Dia mengimbau para orangtua mengawasi buah hatinya.

Uforia kecil itu merambah. Para sopir angkot termasuk yang bersukacita. Boleh jadi, mereka menunggu lama momentum itu. Lantaran selama ini para pelajar salah satu sumber pundi-pundi yang berarti bagi mereka. Walaupun tarif lebih murah, tetapi bila dikali jumlah banyak, sangat membantu untuk mengejar target setoran.

Persoalannya, apakah langkah itu akan bertahan? Ada kekhawatiran sekadar uforia. Reaksi sesaat yang dipicu peristiwa. Warga yang menjadi korban pun masih diliputi was-was, oknum berandalan bermotor itu kembali menyatroni daerahnya. Apalagi di beberapa titik yang ditenggarai sudah diincar.

Kegelisahan warga musti dialihkan dengan jaminan keamanan. Di antaranya, mempertajam langkah internal kepolisian. Kewaspadaan ditingkatkan. Seluruh anggota diintruksikan proaktif dan konsisten mengawasi lingkungan.

Pencegahan dan penindakan yang konsisten paling tidak bisa mempersempit peluang. Kendati pun aparat bisa kecolongan. Hal lumrah.

Lantaran sampai kapan pun hukum kekekalan momentum tetap berlaku. Aksi dan reaksi selalu saling menimpali. Seperti halnya hukum fisika. Tidak peduli berapapun massa dan kecepatan benda yang saling bertumbukan menciptakan momentum yang sama. Aksi sama dengan reaksi.

Kebaikan dan kejahatan adalah momentum yang bisa dilakukan dan dialami siapa pun dan kapan pun. Sekalipun Kapolda Jabar, Irjen Mochamad Iriawan, sudah mengintruksikan tembak di tempat oknum geng motor yang berbuat onar. Celah para oknum berbuat anarkistis masih terbuka.

Langkah yang dipandang efektif – – apa pun bentuknya – – penyakit sosial menjadi tanggung jawab bersama. Gerakan kultural yang dibangun secara simultan dan konsisten di berbagai lini. Termasuk mengawal pemberlakuan larangan para pelajar membawa kendaraan ke sekolah. Bukan sekadar uforia.

ill: adhitya

Lanjutkan
Terkait...
1 Komentar

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Metrum

  • Metrum

    Puisi di Ruang Publik

    Bayangkan, hidup kita tanpa kesenian. Tanpa musik, nyanyian, dan tarian. Bayangkan, jika hidup tanpa tontonan, tanpa...

  • DIARY

    Soempah Pemoeda Milenial

    Diskusi terfokus ikhwal relevansi Soempah Pemoeda era milenial, digelar di Redaksi H.U. Kabar Priangan, Senin (29/10/2018)....

  • DIARY

    Menyambungkan Rasa

    Menyambungkan rasa itu penting. Butuh totalitas. Apalagi saat kita bergerak di dunia yang harus dihayati dan...

  • DIARY

    Gerakan Membaca Koran

    Serikat Perusahaan Pers (SPS) Jawa Barat langsung ancang-ancang menggelorakan kampanye gerakan membaca koran seusai menggelar Musyawarah...

  • Metrum

    Deja Vu Tasikmalaya

    Beberapa hari seusai Kota Tasikmalaya merayakan sweet seventeen, saya berkunjung ke Singaparna, ibu kota Kabupaten Tasikmalaya....

  • Metrum

    I will be missing You #TerimakasihPath

    KECERIAAN Friendster dan kehangatan Multiply telah berlalu. Layanan mikroblog dan blog dalam jaringan itu sudah bubar...

Ke Atas