Connect with us

Kliping

151 Guru SMP Satu Atap Mengadu ke Bupati

SUMEDANG, PriLM – Sebanyak 30 orang perwakilan guru SMP Satu Atap mengadukan ketidakjelasan nasibnya kepada Bupati Sumedang H. Don Murdono, di Gedung Negara. Mereka pun meminta agar Bupati memperjuangkan mereka agar bisa diangkat menjadi PNS.

Dalam pertemuan itu Bupati menyatakan sangat merespon aspirasi para guru SMP Satu Atap tersebut dan berjanji akan membantu untuk mengusulkan ke pusat agar mereka diangkat menjadi PNS. Sebab, menurut Bupati, Pemkab Sumedang tidak memiliki kewenangan dalam pengangkatan PNS.
Dalam pertemuan itu terungkap Guru SMP Satu atap di Sumedang berjumlah 151 orang yang tersebar di lima  SMP Satu Atap.

Kepala SMP Satu Atap Kec Wado,  Sarma Subrata, yang mendampingi ke-30 perwakilan guru saat itu, menyatakan,  para guru SMP Satu Atap telah berbakti sejak tahun 2005 dengan gaji dari Provinsi Rp 500.000 per bulan selama satu tahun.  “Namun sejak tahun 2006 sampai 2007 tidak ada gaji atau honor untuk mereka sehingga selama dua tahun mereka bekerja tanpa upah,” jelas Sarma usai pertemuan dengan bupati.
Kemudian, lanjutnya,  tahun 2008 sampai dengan sekarang, gaji untuk para guru SMP Satu Atap cair kembali namun dengan nilai yang jauh sangat rendah yakni Rp 125.000 per bulan. Dana itu bersumber dari APBD Sumedang, bukan dari provinsi seperti semula.

“Honor mereka dibayar setiap triwulan,” tutur Sarma.
Keterangan Sarma dibenarkan oleh salah seorang guru SMP Satu Atap. “Dulu selama dua tahun kami tidsak menerima honor,” katanya.

Sarma menjelaskan, di Sumedang ada 5 SMP Satu Atap, yakni di Kec Wado,  Jatinunggal, Pamulihan, Cimanggung dan Kec. Cibugel. Kepala sekolah masing-masing SMP Satu Atap sudah berstatus PNS namun mereka belum depinitif sebagai kepala sekolah. Status definitif kepala sekolah tersebut juga menjadi tuntutan pada waktu pertemuan dengan bupati kemarin.

Sementara itu, Bupati Sumedang H. Don Murdono menyatakan, pendirian SMNP Satu Atap bertujuan untuk mendongkrak angka IPM di bidang pendidikan. “Oleh karena itu, para guru SMP Satu Atap memang sangat dibutuhkan,” ujar Don.

Diskusi di Facebook
Continue Reading
Advertisement
Terkait
Terimakasih telah berkunjung

Tinggalkan Balasan

To Top