Connect with us

Metrum

Ada Anak Bertanya pada Bapaknya

Zim

PERUT tak bisa menunggu. Lapar dan dahaga ada batasnya. Makan dan minum reaksi tanpa harus dipelajari. Naluri. Perut kosong harus diisi.

Jadi ingat lagu Bimbo. Ada anak bertanya pada bapaknya, buat apa berlapar-lapar puasa. Lirik yang amat sederhana. Tapi selalu kontekstual.

Sang anak yang lugu itu terus bertanya. Tadarus dan tarawih apalah gunanya. Tak seperti hari biasa. Saat Ramadan tiba masjid dimakmurkan.

Nyanyian Bimbo yang dirilis ulang Gigi itu langsung menohok. Selain menghibur juga menjadi ajaran. Puasa artinya empati. Lapar mengajarmu rendah hati.

Tadarus bukan sekadar membaca, tapi semestinya lebih mendalami. Menuai arti untuk dimengerti. Selalu tadarus artinya memahami kitab suci.

Seperti salat malam pada hari biasa. Keheningan mengendapkan kegelisahan. Fokus menenggelamkan diri. Tarawih mendekatkan diri pada Ilahi.

Puasa secara perlahan menjadi media penghubung. Tahapan sikap batin yang dikenal masyarakat Sunda. Harti, surti, bukti, bakti, dan jati.

Membaca kehidupan. Mengurai tanda-tanda menjadi berarti. Langkah pertama untuk menjalani hidup. Proses perjalanan eksistensial. Harti.

Mengetahui ajaran hidup saja tak cukup. Nilai-nilai itu bukan untuk dihapal, melainkan untuk dimaknai. Syaratnya harus dimengerti. Surti.

Bila sudah dipahami, baru diyakini. Mendasari prilaku. Dirasakan sekitar. Alam, sesama, dan Mahakuasa. Menjadi sikap diri. Nyata. Bukti.

Perlahan tapi pasti. Melekat dalam pribadi. Setiap langkah dilandasi pengetahuan. Amal dibarengi dengan ilmu. Menebar kebaikan. Bakti.

Tahap selanjutnya nilai-nilai yang sudah dipahami dan diamalkan itu memperkuat kedirian seseorang. Menuju kesejatian diri. Jati. Diri.

Puasa dan jati diri, dua variabel yang saling berhubungan dan menguatkan. Puasa kawah candradimuka seseorang untuk menemukan jati diri.

Layaknya bertirakat. Puasa tak perlu diwarnai unsur drama artifisial. Jalani dengan sunyi tak usah bising. Lihat langit luas yang indah.

Ada anak bertanya pada bapaknya. Buat apa berlapar-lapar puasa. Lapar mengajarmu rendah hati selalu. Kerendahatian adalah kesejatian.

Lanjutkan
1 Komentar

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Metrum

  • DIARY

    Soempah Pemoeda Milenial

    Diskusi terfokus ikhwal relevansi Soempah Pemoeda era milenial, digelar di Redaksi H.U. Kabar Priangan, Senin (29/10/2018)....

  • DIARY

    Menyambungkan Rasa

    Menyambungkan rasa itu penting. Butuh totalitas. Apalagi saat kita bergerak di dunia yang harus dihayati dan...

  • DIARY

    Gerakan Membaca Koran

    Serikat Perusahaan Pers (SPS) Jawa Barat langsung ancang-ancang menggelorakan kampanye gerakan membaca koran seusai menggelar Musyawarah...

  • Metrum

    Deja Vu Tasikmalaya

    Beberapa hari seusai Kota Tasikmalaya merayakan sweet seventeen, saya berkunjung ke Singaparna, ibu kota Kabupaten Tasikmalaya....

  • Metrum

    I will be missing You #TerimakasihPath

    KECERIAAN Friendster dan kehangatan Multiply telah berlalu. Layanan mikroblog dan blog dalam jaringan itu sudah bubar...

  • Lorong

    Pulitik Daun Hanjuang

    NGARANNA ogé hajat. Satutas lekasan mah layar-layar diturunkeun. Keun urang teundeun di handeuleum sieum, tunda di...

Terhangat

Ke Atas