Connect with us

Ekbis

Ayam Hidup Tak Boleh Masuk Jakarta

7000 Peternak Priatim Terancam Tutup

ayamCIAMIS, Priangan-  Sekira 7000 dari 13000 peternak di Priangan Timur terancam gulung tikar jika Pemda DKI Jakarta benar-benar memberlakukan Perda No 4 tahun 2007  pada April mendatang.

Perda tentang Pengendalian Pemeliharaan dan Peredaran Unggas itu melarang ayam hidup masuk ke Jakarta, kecuali dipotong dulu di lima tempat RPA (Rumah Pemotongan Ayam) yang telah ditentukan. Padahal 60 persen  kebutuhan  ayam Jakarta dipasok dari peternak Priatim dalam keadaan hidup.

Demikian dikatakan Ketua Pesatuan Peternak Ayam Nasional (PPAN) Ir. Herry Dermawan usai  menggelar pertemuan antara peternak ayam Jabar dengan bandar ayam Jakarta.
Menurut Herry, peternak terpaksa mengurangi produksi DOC ((Day Old Chicken) untuk menghidari kerugian yang lebih besar. Namun pengurangan akan memunculkan peningkatan pengangguran.

“Kalau dipaksakan produksi seperti biasa, peternak akan mengalami kerugian lebih besar. Makanya untuk meminimalisir kerugian akibat perda itu, peternak akan mengurangi produksi DOC, meski akan menimbulkan penganguran,” katanya.

Pengurangan produksi itu, tambah Heri dipicu juga oleh keberatan bandar ayam Jakarta mengenai Perda itu. Di antaranya lokasi kelima RPA sangat jauh. Selain itu, dari lima lokasi ditentukan, baru satu RPA yang beroperasi.

Herry menjelaskan, kewajiban agar ayam dipotong dulu di RPA, berarti pedagang akan memasarkan ayam beku (mati). Padahal konsumen Jakarta sudah terbiasa mengonsumsi ayam segar yang baru dipotong.

Oleh karena itu, tegas Heri, PPAN akan mengirim surat ke Pemerintah Kabupat Ciamis, Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya dan Garut agar bisa menjembatani penangguhan pemberlakuan Perda. “Kalau dibiarkan, pemerintahan di Priangan Timur yang akan kena dampaknya. Karena memunculkan kemiskinan baru yang jumlahnya cukup banyak,” ujarnya.
Sementara itu, Darwin (25) salah seorang peternak di Dusun Cikatomas RT 3/7 Desa Handapherang mengaku tujuan utama pemasaran ayam aalah Jakarta dan Bandung. Selama ini ia memelihara 3000 ekor ayam yang dipanen tiap 35 hari.

Sekedar diketahui, kelima RPA yang ditunjuk sesuai Perda No 4 tahun 2007 itu masing-masing RPA Rawakepiting di Kawasan Industri Pulogadung, RPA Pulogadung di Jl Palad dan RPA Cakung di Jl Penggilingan (Jakarta Timur). Kemudian RPA Kebun Bibit, di Petukanganutara, Jakarta Selatan dan RPA Ekadharma di Jl Ekadharma, Srengseng, Jakarta Barat. Dari lima RPA itu, saat ini baru RPA Rawa Kepiting yang sudah benar-benar siap.

ill. bibomedia.com

Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
Komentari

Tinggalkan Balasan

Ekbis

Terhangat

Ke Atas