Connect with us

Kliping

"Batu Ceurik" Diawasi Kelurahan

BEBERAPApekan terakhir ini warga Tarogong, Kab. Garut dan sekitarnya dihebohkan oleh keberadaan sebongkah batu yang terletak di Kp. Pananjung RT 04/02, Kel. Pananjung, Kec. Tarogong Kaler. Konon batu tersebut menyerupai wajah manusia yang bisa berubah-rubah ekspresinya. Bahkan, konon bisa menangis di kala malam.

Karuan kabar bongkahan batu yang kemudian dikenal dengan sebutan “Batu Ceurik” itu  menyebar luas. Bahkan pada musim liburan Lebaran lalu batu yang berukuran sekitar 2 meter x 1,5 meter dan terdapat di kebun milik Duloh warga setempat itu ramai dikunjungi warga.

Karuan kabar bongkahan batu yang kemudian dikenal dengan sebutan “Batu Ceurik” itu  menyebar luas. Bahkan pada musim liburan Lebaran lalu batu yang berukuran sekitar 2 meter x 1,5 meter dan terdapat di kebun milik Duloh warga setempat itu ramai dikunjungi warga.

Tapi benarkah batu itu mirip wajah manusia dan bisa menangis? Tentu saja tidak. Wujudnya tak ubahnya batu-batu lain. Dan ketika diintip, tak bisa menangis pula. Tak heran jika para pengunjung pun merasa kecewa ketika datang ke lokasi.

“Ah hanas tebih-tebih abdi ka dieu, ari pek teh bohong. Batu teh teu aya anehna. Batu biasa, ngan katinggalna tos dipahat” kata Ridwan (49) asal Cicalengka, Kab. Bandung yang sengaja datang ke lokasi Batu Ceurik karena penasaran dengan kabar yang diterimanya.

Kepala Kelurahan Pananjung, Kec. Tarogong Kaler, H.Hamid, Sos membenarkan adanya kabar “batu ceurik” tersebut. Menurutnya, kabar itu tersebar sejak tiga minggu lalu. Bahkan, ia sendiri bersama dengan pihak muspika pernah mendatangi lokasi batu untuk melakukan pengecekan. “Kedatangan kami ke lokasi hanya sebatas pengecekan lapangan, benar atau tidaknya, ternyata isu tersebut bohong. Memang batunya ada, tapi bentuknya tak seperti manusia apalagi diisukan bisa menangis. Ah..rupa-rupa wae isu teh” kata Hamid sambil tertawa.

Diawasi

Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, misalnya meresahkan masyarakat dan terjadi penyimpangan akidah, pihak kelurahan akan segera menutup lokasi tempat batu itu ada.

“Kami akan menutup lokasi itu bila keberadaan batu itu meresahkan masyarakat dan terjadi penyimpangan akidah,” kata Hamid.

Hamid pun mengaku tak pernah tahu siapa yang menyebarkan isu bahwa batu besar sisa pahatan itu mirip manusia dan bahkan bisa menangis. Yang jelas, hingga sekarang belum ada orang yang bisa membuktikannya. “Beja jeung beja weh hayoh,” kata H.Hamid.

Sementara itu, Agus Nurdin (49) staf Pemerintahan Kelurahan Pananjung, menambahkan, di sekitar kebun tempat batu sebenarnya banyak penduduk yang tak mampu. Dengan merebaknya isu bahwa batu mirip manusia dan bisa menangis, penduduk setempat sedikit terbantu karena banyak pengunjung yang datang dan bahkan memberikan sumbangan.

“Tah panginten hikmahna mah kitu, seueur pengunjung anu ka dinya masihan sumbangan, masihan artos ka warga nu teu mampu. Malihan, di tempat batu oge dipasang kencleng nu hasilna disumbangkeun ka warga,” kata Agus.
Namun, tandas Agus, kendati ada hikmahnya, pihak kelurahan akan terus memantau lokasi batu sebab khawatir terjadi hal-hal yang bertentangan dengan aqidah.

Menurut Agus, warga yang datang karena pensaran dengan batu tersebut, tak hanya dari daerah Garut tapi juga Bandung, Cianjur, Bogor dan daerah lainnya. “Duka kenging beja ti mana. Mung nu jelas, sumping ka tempat batu aranjeunna kuciwa lantaran geuning teu mirip beungeut jelema, komo bisa ceurik mah,” kata Agus sambil tertawa.

Diskusi di Facebook
Continue Reading
Advertisement
Terkait
Komentar

Tinggalkan Balasan

Advertisement WordPress.com
To Top