Connect with us

Literasi Media

Berbagi Konten: Faktual, Faksional, dan Fiksional


image

MENULIS berita prinsipnya mirip dengan menulis status di facebook atau berkicau di twitter. Layaknya bercakap-cakap dengan seseorang atau khalayak.

Sederhana, bukan? Tak usah dirumit-rumit. Tanpa disadari, para pengguna facebook dan twitter, sangat berpotensi untuk menjadi pewarta. Paling tidak mewartakan apa yang sedang dipikirkan dan dikerjakan, apa yang dilihat dan didengar. Banyak hal yang bisa disampaikan dan siapa pun bisa menjadi reporter digital.

Sekarang saatnya mengayak bahan. Bila ditelisik konten status facebook dan kicauan di twitter tak lepas dari tiga hal. Faktual, Faksional, dan Fiksional.

Faktual, konten yang disampaikan berdasarkan fakta, apa adanya tidak direka-reka. Faksional, mengungkapkan gagasan, pikiran, pendapat tentang suatu hal. Sedangkan fiksional, konten yang sarat rekaan alias fiktif.


Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Literasi Media

  • DIARY

    Reuni Kecil Pasamoan Budaya

    GAYANYA masih seperti dulu. Konsisten. Tanpa basa-basi. Sejalan dengan komunitas yang dibangunnya, sejak tahun 1998, Teater...

  • Literasi Media

    Media Warga Daring

    KETERBUKAAN informasi publik bisa dibangun dari akar rumput. Mengedukasi masyarakat agar melek media, salah satu langkah strategis...

  • Literasi Media

    Setiap Orang Adalah Pemasar

    SESUNGGUHNYA setiap orang intim dengan pemasaran. Saat berinteraksi satu sama lain, ada yang ditawarkan, sekalipun tidak...

  • Literasi Media

    Mini Workshop Jurnalisme Dasar Smansaban

    DEMI mempertajam kemampuan menuangkan gagasan ke dalam tulisan, anggota eskul Jurnalistik SMAN 1 Banjar mengikuti miniworkshop...

  • Literasi Media

    Santri Pertajam Media Syiar

      Pelatihan Dasar Jurnalistik digelar RG-UG Mualimin PPI 109 Kujang, Jumat (21/11/2014). Menurut Seksi Acara, Herdi...

  • Literasi Media

    Karep Nulis

      CENAH nulis téh bangga. Teu ngabibisani, najan dina pikiran mah geus teu kawadahan bahan nu...

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: