Connect with us

Metrum

Bola Panas Calon Tunggal

image

HAK Uu dan Ade untuk dipilih sudah pulih. Keduanya sah menjadi pasangan calon tunggal pemilihan kepala daerah Kabupaten Tasikmalaya. Sempat terseok-seok. Tetapi Mahkamah Konsitusi (MK) membawa angin segar. Pencalonan pasangan tunggal dilanjutkan.

Situasi itu seharusnya dimanfaatkan oleh Uu dan Ade untuk mengidentifikasi diri. Mengumpulkan segala bentuk keberhasilan mereka selama memimpin Kabupaten Tasikmalaya.

Langkah itu sangat penting. Lantaran, pilkada Kabupaten Tasikmalaya, 9 Desember mendatang akan terfokus kepada mereka. Tak ada pembanding. Keduanya harus menjawab pertanyaan, ‘masih layakkah melanjutkan kepemimpinan?’

Mereka harus menjawab. Indikator keberhasilan pembangunan akan meyakinkan masyarakat agar menyatakan “setuju”. Uu dan Ade harus tancap gas. Kebaikan mereka harus diumbar secara sistematis.

Cara itu masih bisa dilakukan dalam sebulan ke depan dari sekarang. Tetap fokus. Kesempatan warga yang akan menunaikan hak menyatakan “setuju”, Uu-Ade menjadi bupati dan wakil bupati kembali, bisa ambil bagian untuk menyukseskan.

Namun, keseimbangan hak untuk warga yang cenderung menyatakan “tidak” pun sejatinya memiliki kesempatan yang sama. Kalangan yang tidak setuju pilkada calon tunggal digelar, tentu tidak akan berdiam diri. Kalangan penentang itu akan melancarkan langkah yang bertolak belakang dengan kubu “setuju”.
Kegagalan Uu-Ade akan dijadikan peluru.

Namun, penyelenggara Pilkada — KPUD Tasikmalaya — sampai saat ini belum merumuskan teknis detil soal itu. Kanal untuk menyalurkan “setuju” dan “tidak” masih membingungkan.

Keseimbangan hak antara kalangan “setuju” dan “tidak” harus diberi ruang yang adil. Tetapi persoalannya, siapakah yang akan menjadi representasi kedua belah pihak itu. Partai politikkah?

Pilkada calon tunggal, bagi Uu dan Ade seperti buah simalakama. Di satu sisi, situasi itu bisa menguntungkan. Tetapi di sisi lain, bisa menjadi situasi yang menyulitkan.

Penyelenggara pilkada tunggal menghadapi tantangan berat. Faktanya, bukan saja masyarakat awam yang bingung, tetapi kalangan elit pun dibayangi ketidakjelasan.

Hitungan mundur pilkada calon tunggal terus berjalan. Situasi apa pun yang akan terjadi Mahkamah Konstitusi memandang cara itu lebih demokratis dibandingkan dengan menyatakan ‘menang secara aklamasi’ tanpa meminta pendapat rakyat jika pasangan calon tidak memiliki pesaing.

Biarkan rakyat yang menentukan, pilkada calon tunggal Kabupaten Tasikmalaya disetujui atau tidak. Biarkan rakyat yang menentukan, pilkada Kabupaten Tasikmalaya tuntas serentak Desember 2015 ataukah ditunda.

Lanjutkan
Komentari

Tinggalkan Balasan

Metrum

  • Lorong

    Pulitik Daun Hanjuang

    NGARANNA ogé hajat. Satutas lekasan mah layar-layar diturunkeun. Keun urang teundeun di handeuleum sieum, tunda di...

  • Metrum

    Perihal Kabar Pilkada

    GRUP Kabar Pilkada (KP) diluncurkan 8 Februari 2012, lima bulan menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah Kota...

  • Metrum

    Hijrah Kala

    PERAYAAN tahun baru dari masa ke masa selalu disambut dengan hangat. Fakta itu tak bisa dibantah....

  • Metrum

    Orasi dan Puisi

    TAK ada angin tak ada hujan perbincangan para aktivis mahasiswa menukik tajam pada naluri paling dasar....

  • Metrum

    Rekognisi Desa

    LARIK-LARIK nyanyian Desaku karya Liberty Manik masih terngiang hingga kini. Lagu itu jadi andalan saat disuruh...

  • Metrum

    Berkarya dan Mengabdi

    PERJALANAN tak cuma menempuh jarak, tetapi juga menata gerak dan waktu yang menentukan titik balik eksistensi....

Terhangat

SELAMAT berakhir pekan. Kalo lagi boké, kita seténg-seténg aja, Braderjon! youtu.be/qCicAV2aPVE

About 15 hours ago from Duddy RS | Solilokui's Twitter via Twitter for Android

Ke Atas