Connect with us

Metrum

Buat Apa Menolak Tasikmalaya Super Mall?

courtesy Kabar Priangan

courtesy Kabar Priangan

TASIKMALAYA Super Mall (TSM) santer akan dibangun. Aset yang sempat berlarut kepemilikannya itu kini sudah sepenuhnya menjadi hak Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Bupati Uu Ruzhanul Ulum sudah mengumumkan niat itu ke khalayak.

Nama Chairul Tanjung disinggung-singgung. Konglomerat pemilik CT Corp itu bahkan sudah bertemu secara khusus dengan Bupati membicarakan rencana mega proyek TSM. Langkah awal yang meyakinkan.

Bila rencana itu berjalan mulus TSM akan menyangga sukses besar Trans Studio Mall Bandung (TSMB) yang sudah melenggang sejak 25 Oktober 2001. Konsep TSM tentu akan merujuk ke TSMB, dirancang untuk mal keluarga yang menyediakan seluruh kebutuhan keluarga dalam satu tempat. Bahkan TSM sangat mungkin untuk langsung diintegrasikan dengan wahana permainan modern, menjadi Trans Studio Mall Tasikmalaya (TSMT).

Rencana itu langsung menyulut pro dan kontra. Berbagai dalih dari kedua belah pihak dilontarkan. Pihak yang pro, memandang TSM akan menjadi momentum kebangkitan ekonomi, disanggah kalangan yang berseberangan dengan dalih dari berbagai sudut pandang. Salah satunya soal peruntukkan lahan eks Terminal Cilembang. Sesuaikah dengan Rencana Detil Tata Ruang Pemerintah Kota Tasikmalaya?

Selain itu ada pula yang bernada ideologis. Walau bagaimana pun kiprah pemodal swasta selalu dikaitkan dengan paham kapitalis, penganut sistem ekonomi yang mengedepankan perdagangan, industri, dan alat-alat produksi mutlak demi keuntungan ekonomi pasar.

Pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut, seringkali pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar demi keuntungan bersama, tetapi pada akhirnya intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran untuk kepentingan-kepentingan pribadi.

Ada yang luput dari perhatian. Sekeras apa pun penolakan rencana pembangunan Tasikmalaya Super Mall diduga kuat akan melunak. Sejatinya, semua elemen warga bisa belajar dari pembangunan Ramayana Supermarket di Jl. HZ. Mustofa bebeberapa waktu lalu. Penolakan warga mengemuka dengan gamblang. Tetapi akhirnya Ramayana Supermarket tetap saja berdiri. Meskipun pada akhirnya rontok juga, lantaran sepi pengunjung.

TSM kini tinggal menunggu sinyal Pemerintah Kota Tasikmalaya. Bila persyaratan — mulai dari fatwa lokasi, analisis dampak lingkungan, dan peraturan lain — mendapat lampu hijau, TSM bakal melenggang. Apalagi antara Bupati Uu Ruzhanul Ulum dan Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, sudah membicarakan ihwal rencana itu.

Persoalan yang — boleh jadi — lebih penting adalah mengimbangi dampak modernitas yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Pro dan kontra belum menyentuh substansi untuk merumuskan solusi tengah. Tanpa TSM-pun warga akan menghadapi perubahan zaman yang terus melesat. Saatnya dengan pikiran dan hati yang jernih, bersama-sama memperkuat ketahanan budaya, agar nilai-nilai luhungnya tidak tercerabut. Lantaran walau bagaimanapun, modernitas tak bisa ditolak atau dihalang-halangi.

Andai TSM jadi dibangun. Lihat saja. Mungkin masyarakat akan berduyun-duyun mengunjungi, seperti halnya yang terjadi sekarang. Plasa Asia, Mayasari, Samudra, dan Yogya menjadi lembah manusia. Bila betul-betul menolak kehadiran mal sebetulnya gampang sangat. Boykot mal-mal yang kini berdiri megah di jantung kota. Jangan dikunjungi. Datanglah ke pasar tradisional setiap hari. Itulah penolakan yang paling murni.

Lanjutkan
Terkait...
2 Komentar

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Metrum

  • Metrum

    Puisi di Ruang Publik

    Bayangkan, hidup kita tanpa kesenian. Tanpa musik, nyanyian, dan tarian. Bayangkan, jika hidup tanpa tontonan, tanpa...

  • DIARY

    Soempah Pemoeda Milenial

    Diskusi terfokus ikhwal relevansi Soempah Pemoeda era milenial, digelar di Redaksi H.U. Kabar Priangan, Senin (29/10/2018)....

  • DIARY

    Menyambungkan Rasa

    Menyambungkan rasa itu penting. Butuh totalitas. Apalagi saat kita bergerak di dunia yang harus dihayati dan...

  • DIARY

    Gerakan Membaca Koran

    Serikat Perusahaan Pers (SPS) Jawa Barat langsung ancang-ancang menggelorakan kampanye gerakan membaca koran seusai menggelar Musyawarah...

  • Metrum

    Deja Vu Tasikmalaya

    Beberapa hari seusai Kota Tasikmalaya merayakan sweet seventeen, saya berkunjung ke Singaparna, ibu kota Kabupaten Tasikmalaya....

  • Metrum

    I will be missing You #TerimakasihPath

    KECERIAAN Friendster dan kehangatan Multiply telah berlalu. Layanan mikroblog dan blog dalam jaringan itu sudah bubar...

Ke Atas