Connect with us

Lorong

Hijrah: Lahir dan Batin

hijrahHARI Jumat, 24 Juli 2015, malam terakhir awak redaksi berpacu dengan tenggat waktu di kantor lama, Jl. Dinding Ari Raya No. 12 Bumi Resik Panglayungan. Jajaran bidang Tata Usaha yang dikomandani Moch Ai Nurdin sudah berkemas lebih dulu. Sedangkan bidang redaksi masih bertahan, lantaran memindahkan perangkat komputer yang digunakan sehari-hari tidak segampang mengangkut meja dan kursi.

Saat itu Redaktur Teknologi dan Informatika (TI), Deni Rosdiana, merekomendasikan agar redaksi menuntaskan tugas mulia di kantor lama. Komputer yang digunakan awak redaksi terkoneksi dalam jaringan lokal atau local area network (LAN). Bila turut berkemas bersama bidang tata usaha, mengundang risiko. Instalasi LAN lumayan harus cermat dan memakan waktu.

Malam deadline terakhir, dinikmati dengan suasana gembira sekaligus mengharukan. Kantor baru yang lebih representatif, di Jl. RE Martadinata No. 215 A paling tidak menjadi simbol perjalanan esensial ke arah yang lebih baik. Kantor baru harapan baru.

Kantor lama tak bisa dilupakan begitu saja. Di tempat itu, keluarga besar HU. Kabar Priangan menjalani banyak peristiwa manis dan pahit. Suka dan duka. Gerak dan waktu semasa di kantor lama itu menumbuhkan dan menempa hingga menjadi seperti sekarang. Namun apa boleh buat, kata anak muda sekarang kami harus move on. Tepatnya harus hijrah. Berpindah karena alasan tertentu menuju ke arah yang lebih baik. Optimistis.

Pindah secara fisik baru kali pertama, tetapi pindah secara batiniah sebetulnya sudah dialami beberapa kali. Ditenggarai dengan perubahan nama dari HU Priangan menjadi HU Kabar Priangan. Logo pun berganti. Termasuk slogan dari Kritis tapi Etis menjadi Terbaik dan Berpengaruh.

Sikap kritis tapi etis, bisa menjadi pondasi untuk mengundang simpati. Kejernihan menyuguhkan informasi yang berimbang, dengan sendirinya akan mempertajam kualitas konten sehingga menjadi media yang berwibawa. Kritis tapi etis, bisa diibaratkan sebagai hambalan atau pijakan pertama. Kemudian berproses, nete taraje nincak hambalan. Saling menguatkan. Setelah khatam menggelorakan sikap kritis tapi etis, menjadi yang terbaik dan berpengaruh adalah sebuah konsekuensi yang masuk akal.

Akhirnya hari Minggu (26/7/2015) awak Redaksi Harian Umum Kabar Priangan — yang dinakhodai Hazairin Mahesa — sudah berkantor di Jl. RE Martadinata No. 215 A Kota Tasikmalaya. Kehangatan di kantor lama, Jl. Dinding Ari Raya No. 12 Bumi Resik Panglayungan (BRP) tentu akan kami kenang sebagai bagian dari perjalanan eksistensial selama melayani pembaca setia koran lokal pertama pascareformasi — di Priangan Timur — yang kami kelola.

Hari Senin (27/7/2015) keluarga besar HU Kabar Priangan, seluruhnya berhijrah. Menandai momentum untuk merenungi banyak peristiwa, baik duka mau pun sukaria. Energi yang diendapkan demi perubahan ke arah yang lebih baik. ***

Komentari

Tinggalkan Balasan

Lorong

  • Lorong

    Kesinambungan Bantuan Bencana

    MESTI dirancang program bantuan yang menyentuh kesinambungan hidup para pengungsi. Pemberdayaan ekonomi korban bencana menjadi sangat...

  • Lorong

    Fenomena Gunung Es Kekerasan pada Anak

    KASUS pembunuhan bocah Angeline di Bali menyita perhatian publik. Masih hangat juga, kasus penelantaran dan kekerasan...

  • Ekbis

    APBD Prorakyat

    SUDUT pandang yang berbeda antara komposisi belanja langsung dan belanja tidak langsung seringkali menjadi perdebatan birokrasi...

  • Lorong

    Impresi Laksana

    KAMI pernah merasakan kegetiran saat fluktuasi rupiah jumpalitan hingga titik terendah. Tahun 1997, deregulasi uang ketat...

  • Lorong

    Love Games

    DARI larik pertama sampai terakhir. Setiap kata dan ritma sama-sama menggairahkan. Cabikan bas Mark King langsung...

  • Lorong

    Fading Like a Flower

    LOVE is blind. Ungkapan lusuh yang sering kudengar saat duduk di bangku SMA. Ketika itu, tak...

Terhangat

Ke Atas