Connect with us

Lorong

Impresi Laksana


KAMI pernah merasakan kegetiran saat fluktuasi rupiah jumpalitan hingga titik terendah. Tahun 1997, deregulasi uang ketat diberlakukan. Momok yang menakutkan bagi kalangan pelaku usaha.

Perbincangan ihwal itu menjadi pertanda bahwa kami tidak sekadar bernostalgia. Bersukacita di balik romantisme masa lalu. Tetapi ada yang kami refleksikan. Perjalanan hidup dan situasi mutakhir, mengalir dengan gembira.

Tanpa disadari, ternyata kami sedang menjaga ketulusan dengan menjaga cinta sejati persahabatan.

Laksana Tasikmalaya, Ahad (29/3/2015)

View on Path


Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lorong

  • Lorong

    Kesinambungan Bantuan Bencana

    MESTI dirancang program bantuan yang menyentuh kesinambungan hidup para pengungsi. Pemberdayaan ekonomi korban bencana menjadi sangat...

  • Lorong

    Hijrah: Lahir dan Batin

    HARI Jumat, 24 Juli 2015, malam terakhir awak redaksi berpacu dengan tenggat waktu di kantor lama,...

  • Lorong

    Fenomena Gunung Es Kekerasan pada Anak

    KASUS pembunuhan bocah Angeline di Bali menyita perhatian publik. Masih hangat juga, kasus penelantaran dan kekerasan...

  • Ekbis

    APBD Prorakyat

    SUDUT pandang yang berbeda antara komposisi belanja langsung dan belanja tidak langsung seringkali menjadi perdebatan birokrasi...

  • Lorong

    Love Games

    DARI larik pertama sampai terakhir. Setiap kata dan ritma sama-sama menggairahkan. Cabikan bas Mark King langsung...

  • Lorong

    Fading Like a Flower

    LOVE is blind. Ungkapan lusuh yang sering kudengar saat duduk di bangku SMA. Ketika itu, tak...

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: