Connect with us

Metrum

Inkripsi, Enkripsi, dan Teror

mading-sabak

 

PERBINCANGAN ihwal inkripsi tiba-tiba mengalir. Lawannya enkripsi. Para penyintas bahasa progam sangat intim dengan enkripsi. Mengubah data demi keamanan. Tulisan terang digelapkan. Disembunyikan menjadi kode.

Intelejen Amerika saja kelimpungan saat menelusuri iPhone 5C milik seorang teroris di San Bernardino. Seperti monyet ngagugulung kalapa. Kisruh FBI dan Apple meruncing. Gara-gara permohonan membongkar gawai yang dienkripsi itu ditolak mentah-mentah. Sekalipun demi mengurai terorisme.

Enkripsi dan terorisme. Diksi yang dipertemukan. Nuansa kegelapan sangat kental. Gerakan tanpa bayangan di tempat terang. Bak diselimuti kabut. Enkripsi dan terorisme mencekam. Tak ada ruang untuk menuai citra positif. Enkripsi bertopeng dan terorisme kejam.

Melepaskan makna kata tak mudah. Namun bisa dilakukan. Syaratnya menciptakan konteks sendiri. Lawan arus kamus. Teror bisa bermakna baik. Mari gelorakan terorisme. Teror membaca dan menulis. Umpamanya. Rasa bahasa lebih manis, bukan? Tuangkan ide ke dalam tulisan. Inkripsi.

Inkripsi dan terorisme. Diksi dipertemukan. Keduanya padu. Ada kehangatan. Damai. Menuangkan gagasan ke dalam tulisan. Teror mental demi kreativitas, sekali-kali harus revolusioner. Menulis dan membaca sarat dengan mental. Pikiran merancang bangun tulisan.

Kedirian seseorang bisa tampak dari tulisan. Cara berpikir dan sikap. Menulis bisa menunjukkan jati diri. Puncak aktivitas intelektual. Pikiran yang disimpan sebuah kerugian. Pikiran yang diucapkan adalah kewajaran. Pikiran yang dituliskan jadi kekayaan sepanjang zaman.

Verba volant scripta manent. Ucapan mudah lenyap, sedangkan tulisan abadi. Petikan pidato Senator Romawi Caius Titus itu masih bergaung. Ungkapan Caius Titus menembus ruang dan waktu. Lantaran ada yang menulis. Layaknya Alhadis, melanggengkan prilaku dan ucapan Nabi Muhammad

Kekuatan inkripsi tak terbantah. Peradaban tercipta setelah aksara dilahirkan. Ditulis di dinding goa dan penampang batu. Jadi prasasti. Melalui inkripsi orang bisa berkaca. Lantaran peristiwa memiliki intisari yang sama, setiap orang bisa belajar pada sejarah. Terinkripsi.

Tak ada yang sulit. Bahan baku inkripsi dimiliki setiap orang. Ibu rumah tangga malah berlimpah. Faktual, faksional, fiksional. Kumplit. Fakta di depan mata, diinkripsi jadi faktual. Pendapat ihwal sesuatu diinkripsi jadi faksional. Dunia rekaan diinkripsi jadi fiksional.

Melalui inkripsi atau penulisan orang belajar perubahan. Proses itu bernama pendidikan. Mengajarkan perubahan dari yang buruk menjadi baik. Selamat Hari Pendidikan Nasional.

Komentari

Tinggalkan Balasan

Metrum

  • Lorong

    Pulitik Daun Hanjuang

    NGARANNA ogé hajat. Satutas lekasan mah layar-layar diturunkeun. Keun urang teundeun di handeuleum sieum, tunda di...

  • Metrum

    Perihal Kabar Pilkada

    GRUP Kabar Pilkada (KP) diluncurkan 8 Februari 2012, lima bulan menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah Kota...

  • Metrum

    Hijrah Kala

    PERAYAAN tahun baru dari masa ke masa selalu disambut dengan hangat. Fakta itu tak bisa dibantah....

  • Metrum

    Orasi dan Puisi

    TAK ada angin tak ada hujan perbincangan para aktivis mahasiswa menukik tajam pada naluri paling dasar....

  • Metrum

    Rekognisi Desa

    LARIK-LARIK nyanyian Desaku karya Liberty Manik masih terngiang hingga kini. Lagu itu jadi andalan saat disuruh...

  • Metrum

    Berkarya dan Mengabdi

    PERJALANAN tak cuma menempuh jarak, tetapi juga menata gerak dan waktu yang menentukan titik balik eksistensi....

Terhangat

SELAMAT berakhir pekan. Kalo lagi boké, kita seténg-seténg aja, Braderjon! youtu.be/qCicAV2aPVE

About 15 hours ago from Duddy RS | Solilokui's Twitter via Twitter for Android

Ke Atas