Connect with us

Metrum

Jalur Kereta Api Cibungkul-Pirusa, Nasibmu Kini

galunggung-tasik

AGAK aneh.  Rencana pengaktifan kembali jalur kereta api Galunggung-Tasik, baru menggelembung sekarang. Itu pun muncul dari Kementrian Dalam Negri, bukan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Barat atau Pemerintah Daerah setempat.

 

Artinya, Peraturan Daerah ihwal Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), yang sudah diketok DPRD Provinsi Jawa Barat harus dibongkar lagi.

Tak cuma Galunggung, jalur kereta Kota Banjar-Cijulang, Cikajang-Cibatu, Cikampek -Jatibarang-Cirebon, dan Indramayu-Jatibarang pun disebut-sebut dalam hasil evaluasi RTRW itu.

Jalur kereta Galunggung-Tasik, dibangun setelah Gunung Galunggung meletus, 5 April 1982. Paska bencana, pasir Galunggung dieksploitasi. Demi mengangkut pasir kelas tinggi, jadilah jalur khusus kereta dari kampung Cibungkul Indihiang hingga ke Pirusa, cekdam Sinagar. Antara tahun 1984-1985,  gerbong-gerbong kereta melenggang mengangkut pasir ke Jakarta. Jadilah jalan tol dan bandara.

Setelah pasir terkuras, kereta api pengangkut pasir tidak aktif lagi. Jalur khusus itu pun dibiarkan terlantar hingga kini. Lebih dari tigapuluh tahun lamanya, jalur khusus kereta  itu mati. Bukan waktu yang sebentar.

Selama itu pula, tidak tampak ada upaya untuk merevitalisasi jalur itu. Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya, yang paling dominan dari sisi kewilayahan bisa memainkan peran untuk merevitalisasi jalur itu.  Apalagi Gunung Galunggung, sudah menjadi ikon yang melekat.

Jalur khusus kereta api Galunggung-Tasik, bisa menjadi bangkitan multi sektor. Bukan alat transportasi masal semata, tetapi juga menjadi penopang sektor ekonomi, sosial, dan budaya. Sangat sejalan, bila pengaktifan kembali jalur itu bisa mempertajam langkah untuk mempertahankan kawasan hijau, minimal 30% dari luas daerah aliran sungai. Apalagi, akti­vi­­tas penggalian pasir di kawasan Gunung Galunggung saat ini  masih terus berlangsung, meskipun pasir muntahan letusan tahun 1982 silam sudah habis.

Siapa tahu, bila jalur kereta api Galunggung-Tasik dihidupkan kembali bisa mendorong geliat ekonomi yang ramah lingkungan. Penggalian pasir besar-besaran bisa dikurangi, dialihkan ke sektor wisata dan agribisnis. ***

Diskusi di Facebook
Continue Reading
Baca juga...

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RT @kapoltv Kapan Saja Kekerasan Bisa Terjadi di Mana Saja ift.tt/3AjmcLv

About a month ago from Duddy RS | Solilokui's Twitter via Twitter for Android

Advertisement
Advertisement WordPress.com
To Top