Connect with us

Sosbud

Jangan Pandang Sebelah Mata

towerDUA menara disegel sekaligus. Ini bukan kisah The Two Towers dalam film The Lord of The Ring, tetapi terjadi di Kelurahan Mugarsari, Kecamatan Tamansari. Sebelumnya, warga pun mendesak Pemkot dan DPRD Kota Tasikmalaya menyegel menara telekomunikasi atau tower di kampung Cimerak, Kecamatan Purbaratu, Senin (18/2/2013).

Tidak masuk akal, bila ketiga tower itu tidak mengantungi ijin. Paling tidak, ijin lokasi di mana menara itu ditegakkan. Para pengembang menara mau tidak mau harus menempuh proses perijinan yang memang berlapis-lapis.

Belum apa-apa sudah harus mengantongi rekomendasi tim survey didasarkan pada Keputusan Bupati/Wali Kota tentang persebaran menara dan ketentuan lain yang berhubungan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan tata ruang wilayah. Rencana detil harus dipersiapkan, mulai dari gambar konstruksi dan teknis, peta lokasi dan situasi yang dirangkum dalam Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB) dari Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi, termasuk surat rekomendasi dari Komandan Pangkalan Udara setempat, jika menara telekomunikasi yang dimohon berada di kawasan keselamatan operasi penerbangan di sekitar bandar udara.

Bukan itu saja, harus dilengkapi pula dengan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) dari instansi berwenang. Ihwal Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) jangan ditanya lagi.

Artinya, bukan proses yang sederhana. Perencanaan pembangunan menara harus betul-betul matang, pastinya telah melewati kajian teknis dari konsultan konstruksi bangunan. Termasuk memperhitungkan output dan outcome. Di antaranya membayar retribusi kepada Pemerintah, mulai dari Ijin Gangguan (HO), IMB, hingga papan reklame.

Bila dokumen-dokumen itu sudah lengkap, mengapa menara di Cimerak dan Mugarsari disegel warga? Rupanya ada yang terlupakan. Boleh jadi tersandung surat persetujuan dari warga di sekitar lokasi menara telekomunikasi dalam radius 1,5 (satu koma lima) kali tinggi menara dan diketahui oleh kepala kelurahan/desa dan camat setempat.

Poinnya, jangan menyepelekan warga biasa. Walau bagaimana pun masyarakat adalah kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Sekarang menara yang dirobohkan. Esok lusa, siapa tahu Bupati, Wali Kota, Gubernur, bahkan Presiden sekalipun.

ilustrasi 123rf.com

Diskusi di Facebook
Continue Reading
Baca juga...

Kasus Tabungan Siswa yang Macet, Begini Faktanya duddy.wordpress.com/2022/06/2…

About 2 weeks ago from Duddy RS | Solilokui's Twitter via WordPress.com

Advertisement
Advertisement WordPress.com
To Top