Connect with us

Metrum

Kekejaman

Ketenangan kampung bisa terkoyak. Seorang ibu rumah tangga, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya. Lehernya digorok, tubuhnya tersayat. Tergeletak di kamar di samping anak keduanya yang baru berusia satu tahun. Mengenaskan.

Peristiwa itu bisa mengingatkan kembali pada serangkaian peristiwa tragis di mana pun. Pasalnya, fakta itu memang terjadi di sekitar kita. Korban dibunuh, lantas disembunyikan di langit-langit rumah. Kemudian, seorang nenek tewas menjadi korban kekerasan.

Pernah juga terjadi, seorang penjaja seks komersial terkapar di wc sebuah losmen. Mulutnya dijejali sabun, kepalanya retak akibat dibenturkan berkali-kali.

Lantas datang lagi berita hangat, seorang adik tega membunuh kakak kandung, gara-gara kesal sang kakak sering kepergok mencuri beras milik orang tua.

Orang dalam kondisi waras pasti bertanya-tanya. Mengapa pembunuhan keji bisa terjadi? Tidak terbayang sama sekali, orang bisa berbuat nekad dan bertindak brutal, hingga menghilangkan nyawa sesama.

Apalagi dari beberapa kasus korban pembunuhan diketahui tidak ada sangkut paut persoalan pribadi dengan pelaku. Seperti yang dialami seorang nenek yang diduga dibunuh lantaran motif pencurian dan kekerasan (curas).

Pelaku panik karena kepergok saat mencuri di rumahnya. Tak ayal mendadak agresif dan beringas. Keluarganya merasa tak punya musuh atau pernah melukai perasaan orang lain. Kalau pun pernah, tidak musti membantai sesadis itu.

Apa pun motifnya, kekerasan yang berujung pembunuhan bisa menimpa siapa saja. Apalagi di tengah kondisi ekonomi yang belum menunjukkan perubahan ke arah lebih baik. Kekacauan sosial bisa lahir sekonyong-konyong.

Terlilit masalah ekonomi bisa membuat orang kehilangan fokus lalu gelap mata. Kehilangan arah. Samar yang harus dilakukan. Sedangkan kebutuhan hidup terus merangsek. Keberingasan bisa merasuk tanpa harus diundang.

Diskusi di Facebook
Continue Reading
Baca juga...

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

The NextDev Talent Scouting dan The NextDev Academy 2020 Arena Inovasi Digital pada Masa Penuh Tantangan bit.ly/2JbZYG6

About 10 minutes ago from Duddy RS | Solilokui's Twitter via IFTTT

Advertisement
Advertisement WordPress.com
To Top