Connect with us

Metrum

Kesejajaran Bahasa


RUANG publik sudah terjajah oleh bahasa asing. Saatnya mengembalikan marwah bahasa negara. Kuasai bahasa asing, untuk menyejajarkan diri.
Wali Kota Tasik, Budi Budiman tak menampik, bahasa asing gampang merasuk. Lebih populer otéwé daripada di jalan.

Sosialisasi pemartabatan bahasa negara di Hotél Santika, Jumat (14/10/2016), memotret fakta bahasa pribumi terancam martabatnya.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Dadang Sunendar, memandang kondisi itu terjadi karena faktor mental. Perihal ketidakpercayaan diri.

Kecenderungan penamaan berbau asing tak cuma berlaku pada infrastruktur atau tempat tertentu. Tapi terjadi pula pada penamaan diri. Gampang ditelusuri.

Nama Dadang dan Icih jarang ditemukan dalam akte kelahiran paling mutakhir. Kalah pamor oleh Renaldi atau Cindy, misalnya. Dimas Kanjeng lain cerita.

Nama-nama makanan di kafe dan restoran pun anéh-anéh. Rujak jadi fruit salad, lontong jadi rice rolls. Pisang eskrim jadi banana split

Daging kerat jadi meat chunk, telur dadar disebut omellete, susu kocok ditulis milkshake. Kue penekuk pun pancake. Ranah kuliner jadi sasaran empuk.

Saat memesan minuman di sebuah kafe. Seringkali ada yang kikuk. Mereka-reka bentuk saat sudah tersaji. Ternyata long black coffee, tetap saja kopi hitam.

Diakui. Kekayaan kata dalam bahasa negara dan bahasa daerah banyak yang diserap dari bahasa asing. Tapi marwah mesti terjaga. Pertaruhan bangsa.

Amanat undang-undang sangat tegas. Jaga bahasa negara, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing. Langkah demi langkah sudah jelas.

Teringat perbincangan dengan seorang pecinta Bahasa Indonesia, Ivan Lanin, di pondok Komunitas Sabalad Pangandaran tempo hari. 

Menguasai bahasa asing bukan untuk sok keren. Namun demi kesejajaran diri dengan bangsa-bangsa di dunia.


Continue Reading
Advertisement
Terkait
Komentar

Tinggalkan Balasan

Metrum

  • Metrum

    Pesan Fabel

    Sejak dini dikenalkan pada imajinasi. Fiksi lama yang tersebar luas secara lisan. Hewan berperilaku seperti manusia....

  • Metrum

    Persimpangan Jalan Media

    Menjelang Hari Pers Nasional Ada dua pandangan saling menghampiri. Karena semakin dekat, keduanya bisa saling mempengaruhi....

  • Metrum

    Puisi di Ruang Publik

    Bayangkan, hidup kita tanpa kesenian. Tanpa musik, nyanyian, dan tarian. Bayangkan, jika hidup tanpa tontonan, tanpa...

  • DIARY

    Soempah Pemoeda Milenial

    Diskusi terfokus ikhwal relevansi Soempah Pemoeda era milenial, digelar di Redaksi H.U. Kabar Priangan, Senin (29/10/2018)....

  • DIARY

    Menyambungkan Rasa

    Menyambungkan rasa itu penting. Butuh totalitas. Apalagi saat kita bergerak di dunia yang harus dihayati dan...

Advertisement WordPress.com

Disadari atau tidak, majas melekat dengan keseharian. Saat ngobrol di kedai kopi, lahir perbandingan untuk menjelaskan gagasan. Kiasan mengalir, mempertegas efek. Menghidupkan imajinasi.… instagram.com/p/Bt8eGDDBe9l/…

Yesterday from Duddy RS | Solilokui's Twitter via Instagram

To Top