Connect with us

Metrum

Keteguhan Ibrahim, Siti Hajar, dan Ismail


image

TRAGEDI Mina tidak akan menggoyahkan rukun kelima Islam. Seperti halnya burung api dan pasukan gajah Abrahah yang menyerang Kakbah. Umat Islam tetap istiqamah.

Peristiwa-peristiwa mencekam justru menjadi suluh keimanan. Penyair sufi, Jalaludin Rumi melukiskan makhluk yang merindukan cahaya rela menyatu dengan api seperti laron.

Tragedi Mina bukan yang pertama. Seperti dicurat Khaleej Times, tahun 2015 ini merupakan tragedi ke-8 sejak tahun 1990. Ketika itu jumlah jamaah haji yang wafat 1426 orang. Peritiwa 2 Juli 1990 itu paling menggetarkan.

Empat tahun kemudian tragedi itu terjadi lagi, 23 Mei1994. Dilaporkan 270 orang tewas. Lantas pada 9 April 1998, 118 orang tewas di Mina. Kemudian, pada 5 Maret 2001, lagi-lagi Mina menelan korban 35 jiwa.

Tragedi demi tragedi terjadi di terowongan itu. Pada 11 Februari 2003, jumlah korban berkurang, 15 mati syahid. Selanjutnya, pada 1 Februari 2004, 250 orang meninggal dunia. Dua tahun kemudian, pada 12 Januari 2006, diberitakan 364 kembali menjadi korban Tragedi Mina.

Kamis, 24 September 2015, Mina kembali menjadi sorotan dunia. Jumlah korban sudah melebihi angka 1100. Termasuk lima jamaah haji asal Kota Banjar.

Sebelum Tragedi Mina terjadi tempo hari, badai pasir meruntuhkan alat berat pengungkit (crane) yang menewaskan ratusan  jiwa. Peristiwa itu menyudutkan Saudi Arabia yang dipandang terlampau agresif membangun Makkah demi kepentingan ekonomi. Situs-situs bersejarah diberangus. Negara dituding terlalu ambisius hendak menyulap Makkah menjadi semacam Las Vegas.

Nada miring pun bertubi-tubi, lantaran Saudi Arabia cenderung menyalahkan jamaah dari negara tertentu yang dianggap tidak disiplin. Bahkan sempat muncul rumor konspirasi keterlibatan Syiah memicu tragedi. Selain itu manajemen jamaah dimonopoli, tetapi tidak memberikan jaminan keamanan maksimal.

Kosongkan persepsi tentang sepak terjang negara dan berbagai asumsi penuh muatan kepentingan. Kembalikan ibadah haji kepada substansi. Sosok Ibrahim, Siti Hajar, dan Ismail tidak akan pernah padam. Ibadah haji telah menjadi gerakan spiritual dan kultural yang abadi.

Faktanya, meskipun Tragedi Mina terjadi berulangkali, tetapi tidak menyurutkan umat Islam menunaikan ibadah haji setiap tahun. Jutaan jamaah dari seluruh dunia tetap bergairah. Tragedi Mina samasekali bukan peristiwa yang menakutkan.


Lanjutkan

KAPOL

Terkait...
Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Metrum

  • Metrum

    Orasi dan Puisi

    TAK ada angin tak ada hujan perbincangan para aktivis mahasiswa menukik tajam pada naluri paling dasar....

  • Metrum

    Rekognisi Desa

    LARIK-LARIK nyanyian Desaku karya Liberty Manik masih terngiang hingga kini. Lagu itu jadi andalan saat disuruh...

  • Metrum

    Berkarya dan Mengabdi

    PERJALANAN tak cuma menempuh jarak, tetapi juga menata gerak dan waktu yang menentukan titik balik eksistensi....

  • Metrum

    Dialog Semesta

    BERDIALOG dengan semesta. Sepintas seperti orang gila. Bahkan sangat tipis dengan kesesatan. Lalu sering disalahpahami dan...

  • Metrum

    Intelektual Organik

    DESA adalah kekuatan. Ungkapan itu tajam. Menjadi larik dalam sebuah nyanyian Iwan Fals. Membuka mata banyak...

  • Metrum

    Gara-gara Konflik

    KEDAMAIAN tak mengenal kebohongan. Pertarungan sejatinya menjadi ruang artikulasi yang sehat. Arena mengasah batin. Melahirkan kesatria....

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: