Connect with us

Metrum

Kolom Agama

worshipingUU No. 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, menuai prokontra. Pasal 64 ayat 1 berbunyi: Pemilik E-KTP mencantumkan agama. Bukan pasal itu yang dipersoalkan. Semua pihak sudah berterima. Tetapi ayat 2 yang memicu selisih paham: “Bagi penduduk yang agamanya belum diakui sebagai agama atau bagi penganut kepercayaan tidak diisi, tetapi tetap dilayani dan dicatat dalam database kependudukan”.

Keduanya punya dalih. Kalangan yang kontra memandang kolom agama yang dikosongkan (tidak diisi) dalam E-KTP bertentangan dengan sila pertama Pancasila, Indonesia sebagai negara berketuhanan. Pengosongan kolom agama menyulitkan pengangkatan pejabat publik karena terkait pengambilan sumpah jabatan. Selain itu bisa menyulut ketidakpastian hukum, seperti kesaksian, pembagian waris, perkawinan, dan pemakaman.

Dalih lain, pengosongan kolom agama akan memberi peluang munculnya bahaya PKI atau ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

Sedangkan, pihak yang pro menyodorkan data, sekitar satu juta penduduk berkeyakinan di luar enam agama resmi, Islam, Katolik Kristen, Hindu, Budha, dan Konghucu, harus diberi tempat. Dengan kata lain, tidak memaksakan penganut aliran kepercayaan memilih enam agama resmi. Kolom agama dalam E-KTP tidak diisi bagi para pemeluk di luar agama resmi berdasarkan Undang-undang, bisa mengikis diskriminasi antarpemeluk agama.

Dua pandangan itu terus memanas bergulir di kalangan elit politik, menjalar ke mana-mana. Padahal di Kota Banjar, Jawa Barat, soal itu sudah selesai. Pengosongan kolom agama itu sudah lama terjadi. Ratusan warga di Desa Kujangsari dan Kelurahan Bojongkantong Kecamatan Langensari Kota Banjar, sudah menjalani dengan damai. Mereka secara terang-terangan meminta agar kolom agama tidak diisi saat mengajukan pembuatan E-KTP tempo lalu.

Sedikitnya ada 50 KK di kampung itu yang berhimpun dalam Paguyuban Budaya Bangsa. Komunitas adat yang berkembang sejak puluhan tahun silam termasuk di sebagian wilayah Selatan Ciamis. Mereka menjalani hidup dengan tenang. Boleh jadi kini terusik perdebatan yang berhembus dari Jakarta. ***

Diskusi di Facebook
Continue Reading
Baca juga...

Tinggalkan Balasan

Pengesahan Komposisi dan Personalia DPD Golkar Sumedang 2020-2025 duddy.wordpress.com/2020/09/2…

About 2 hours ago from Duddy RS | Solilokui's Twitter via WordPress.com

Advertisement
Advertisement WordPress.com
To Top