Connect with us

Metrum

Laskar Galuh nu Aing!


PSGC disambut pelajar (courtesy: Yogi TN/KP)

PSGC disambut pelajar (courtesy: Yogi TN/KP)

KEGEMBIRAAN warga Ciamis tumpah saat Persatuan Sepak bola Galuh Ciamis (PSGC) dipastikan melenggang ke Divisi Utama Liga Indonesia musim 2014. Sejarah baru persepakbolaan Ciamis itu bertepatan dengan digelarnya pesta demokrasi, Pemilihan Umum Kepala Daerah, Minggu (22/9/2013).

Kegembiraan para pendukung “Laskar Galuh” sama sekali tidak ada kaitannya dengan perhelatan demokrasi di Ciamis, walaupun berbarengan dengan kemenangan — sementara  — pasangan Iing Syam Arifien dan Jeje Wiradinata (Sajiwa).

Lolosnya PSGC ke Divisi Utama, patut diapresiasi. Perjalanan sejak awal tahun 1990-an — era Bupati Ciamis, H. Taufik Hidayat, kini membuahkan hasil.

PSGC sempat terseok-seok. Antara tahun 2004-2006 terjerembab ke Divisi III Nasional (dilansir Harian Umum Kabar Priangan, Selasa 24 September 2013). Kemudian pada tahun 2007, pada masa Bupati H. Engkon Komara, lolos dari jurang degradasi. Lantas pada tahun 2008, kembali lolos ke Divisi II Nasional. Tahun 2013, PSGC melenggang ke Divisi I Liga Indonesia untuk musim 2014.

Tidak berlebihan bila, keberhasilan PSGC itu merupakan kado indah bagi H. Engkon Komara, pada saat injury time menjabat sebagai Bupati Ciamis. Engkon termasuk yang turut larut dalam kegembiraan. Lantaran, momentum keberhasilan PSGC sangat tepat.
Selain sosok pelatih Heri Rafni Kotari, Engkon termasuk yang paham betul perjalanan panjang, jatuh dan bangun PSGC.

Euforia wajar, asal tidak kehilangan fokus. Apalagi larut. Langkah ke depan harus dipersiapkan dengan matang. Manajemen tim harus dipertajam. Bukan saja di kalangan internal PSGC, tetapi juga soal citra PSGC, terutama di mata para bobotoh.

Bobotoh “Laskar Galuh” harus dikelola. Bobotoh PSGC saatnya bersatu. Seperti halnya Viking yang militan, mengibarkan Persib nu aing!


Komentari

Komentari

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Metrum

  • Metrum

    Orasi dan Puisi

    TAK ada angin tak ada hujan perbincangan para aktivis mahasiswa menukik tajam pada naluri paling dasar....

  • Metrum

    Rekognisi Desa

    LARIK-LARIK nyanyian Desaku karya Liberty Manik masih terngiang hingga kini. Lagu itu jadi andalan saat disuruh...

  • Metrum

    Berkarya dan Mengabdi

    PERJALANAN tak cuma menempuh jarak, tetapi juga menata gerak dan waktu yang menentukan titik balik eksistensi....

  • Metrum

    Dialog Semesta

    BERDIALOG dengan semesta. Sepintas seperti orang gila. Bahkan sangat tipis dengan kesesatan. Lalu sering disalahpahami dan...

  • Metrum

    Intelektual Organik

    DESA adalah kekuatan. Ungkapan itu tajam. Menjadi larik dalam sebuah nyanyian Iwan Fals. Membuka mata banyak...

  • Metrum

    Gara-gara Konflik

    KEDAMAIAN tak mengenal kebohongan. Pertarungan sejatinya menjadi ruang artikulasi yang sehat. Arena mengasah batin. Melahirkan kesatria....

Ke Atas
%d blogger menyukai ini: