Connect with us

Metrum

Life Tool dan Dead Tool

IMG20160407113118TIAP orang memiliki kapasitas. Bangun kanalnya. Alirkan ke muara dengan gembira, lembut, dan menyehatkan. Ini ihwal komunitas kreatif. Gerakan dari hulu ke hilir.

Bukan perkara gampang. Larut dalam komunitas. Cuma kerelaan yang bisa menempuhnya. Menjadi relawan satu-satunya jalan. Mengosongkan pamrih. Kerelaan sesungguhnya menyehatkan. Hati yang tulus menyelamatkan orang dari kekecewaan. Berharap banyak, bisa kandas. Menyesakkan. Sakit.

Kekuatan ikhlas sangat mengejutkan. Harus dijaga. Ikhlas bukan artinya tidak mendapat apa-apa. Ikhlas membangun seseorang menjadi siapa.

Menjaga keikhlasan mendorong kreativitas. Kreativitas adalah harga. Harus bijak memandang. Bukan wujud semata. Ini soal jiwa. Roh. Esensi.

Ikhlas bisa membedah dan membedakan. Mana alat yang hidup dan mana alat yang mati. Life tool dan dead tool. Keduanya penting dimiliki. Life tool mengedepankan konsep dan konten. Haluan yang mengukuhkan perangkat spiritual menyatukan kapasitas pribadi. Melahirkan ide dan gerak.

Selama memiliki konsep dan konten, jangan takut kehilangan peran. Lantaran kandungan pokok ada di sana. Konsep dan konten yang kuat biasanya melahirkan komunitas militan dan mandiri. Bayangkan komunitas tanpa ideologi, bak sayur tanpa garam.

Konsep dan konten yang kuat juga mempertegas identitas komunitas. Fokus. Konsisten. Esensi menentukan eksistensi. Bukan sebaliknya. Daya menularkan gerakan tergantung pada kekuatan esensi yang ditawarkan. Seperti virus. Diam-diam namun mematikan. Silent but deadly.

Indikator keberhasilan komunitas diukur dari daya tularnya. Berpengaruh positif pada lingkungan. Tak cukup sekadar eksis dan genit. Saling menularkan pengaruh positif, acapkali mengalir alami antarkomunitas. Mereka akan menemukan frekuensi yang sama dengan sendirinya.

Saat bertemu dalam frekuensi yang sama itu, baling-baling interaksi akan berputar. Bergerak secara simultan membangun jejaring. Klop. Dilandasi life tool, jejaring biasanya lebih intim. Interaksi didasari saling membutuhkan. Bukan saling memanfaatkan. Personal garansi.

Saling membutuhkan layaknya cinta sejati. Bukan to have tetapi to be. Seperti diungkapkan Erich Fromm dalam bukunya Art of Loving, Seni Mencintai. Saling membutuhkan tentu saling menuai manfaat. Tetapi saling memanfaatkan belum tentu didasari saling membutuhkan. Bisa saja demi kepentingan sesaat.

Komunitas berjejaring perlu logistik. Saatnya menyentuh dead tool. Dari mana mendapat duit. Berpikir agar tidak merogoh kocek sendiri. Beruntung komunitas militan sudah melewati kegalauan soal anggaran. Selama ini berjihad bil anwal wal anfus. Harta dan jiwa. Pasang badan.

Spiritualitas life tool tanpa disadari menjadi gerakan kultural yang mengakar dalam diri para pegiat militan. Pasti ada jalan. Yakin. Tentu saja sambil berpikir keras. Bagaimana caranya agar air mancur kapital berputar. Model bisnis komunitas harus bisa menopang gerakan.

Modal sosial jejaring baru potensi. Bisa jadi kekuatan, bila diwujudkan. Bakal indah pada waktunya. Energi potensial menjadi suara, gerak, panas, atau cahaya. ***

Lanjutkan
Komentari

Tinggalkan Balasan

Metrum

  • DIARY

    Soempah Pemoeda Milenial

    Diskusi terfokus ikhwal relevansi Soempah Pemoeda era milenial, digelar di Redaksi H.U. Kabar Priangan, Senin (29/10/2018)....

  • DIARY

    Menyambungkan Rasa

    Menyambungkan rasa itu penting. Butuh totalitas. Apalagi saat kita bergerak di dunia yang harus dihayati dan...

  • DIARY

    Gerakan Membaca Koran

    Serikat Perusahaan Pers (SPS) Jawa Barat langsung ancang-ancang menggelorakan kampanye gerakan membaca koran seusai menggelar Musyawarah...

  • Metrum

    Deja Vu Tasikmalaya

    Beberapa hari seusai Kota Tasikmalaya merayakan sweet seventeen, saya berkunjung ke Singaparna, ibu kota Kabupaten Tasikmalaya....

  • Metrum

    I will be missing You #TerimakasihPath

    KECERIAAN Friendster dan kehangatan Multiply telah berlalu. Layanan mikroblog dan blog dalam jaringan itu sudah bubar...

  • Lorong

    Pulitik Daun Hanjuang

    NGARANNA ogé hajat. Satutas lekasan mah layar-layar diturunkeun. Keun urang teundeun di handeuleum sieum, tunda di...

Terhangat

Ke Atas