Connect with us

Metrum

Literasi Desa

MEMETAKAN potensi bisa dilakukan dengan sederhana. Alat ukur ihwal itu sudah tersedia dalam keseharian. Sejak tatanan keluarga tercipta.

Tatanan yang sudah terbangun seringkali tidak disadari. Luput dari payung kuasa. Dibiarkan menjadi aturan tak tertulis. Tidak dirumuskan.

Diakui catatan bisa melanggengkan ingatan. Lumrah bila aturan yang didasari kearifan lokal lambat laun terlupakan. Lenyap dari muka bumi.

Ketahanan budaya yang rapuh bisa terjadi, bila inventarisasi dan dokumentasi sekadar memenuhi hasrat penelitian. Hasilnya dimuseumkan.

Relevansi nilai-nilai budaya lokal saatnya diaktualisasikan. Celah sangat terbuka. Bisa dimulai saat ini juga. Bila semua kalangan serius.

Bukankah para pemegang kuasa bisa melakukan analisa kebijakan yang objektif ihwal potensi lokal? Tak melulu merumuskan kebijakan politis.

Faktanya, Peraturan Daerah tentang Tatanilai bisa melenggang dengan mulus. Namun, nilai-nilai pituin lokal belum sepenuhnya terakomodasi.

Bisa dipertajam di tingkat yang lebih kecil. Desa. Merumuskan kebijakan tatanilai dimulai dari pemerintahan desa menjadi Peraturan Desa.

Tentu ada pro dan kontra. Pentingkah menuangkan identitas kolektif konstitusi masyarakat menjadi peraturan tertulis? Mendesakkah?

Ada kepentingan yang lebih besar. Selain pendokumentasian, inkripsi nilai-nilai budaya lokal mendorong gerakan literasi desa secara konkret.

Lanjutkan
1 Komentar

1 Komentar

  1. Pingback: Literasi Desa – isdesa.id

Tinggalkan Balasan

Metrum

  • DIARY

    Soempah Pemoeda Milenial

    Diskusi terfokus ikhwal relevansi Soempah Pemoeda era milenial, digelar di Redaksi H.U. Kabar Priangan, Senin (29/10/2018)....

  • DIARY

    Menyambungkan Rasa

    Menyambungkan rasa itu penting. Butuh totalitas. Apalagi saat kita bergerak di dunia yang harus dihayati dan...

  • DIARY

    Gerakan Membaca Koran

    Serikat Perusahaan Pers (SPS) Jawa Barat langsung ancang-ancang menggelorakan kampanye gerakan membaca koran seusai menggelar Musyawarah...

  • Metrum

    Deja Vu Tasikmalaya

    Beberapa hari seusai Kota Tasikmalaya merayakan sweet seventeen, saya berkunjung ke Singaparna, ibu kota Kabupaten Tasikmalaya....

  • Metrum

    I will be missing You #TerimakasihPath

    KECERIAAN Friendster dan kehangatan Multiply telah berlalu. Layanan mikroblog dan blog dalam jaringan itu sudah bubar...

  • Lorong

    Pulitik Daun Hanjuang

    NGARANNA ogé hajat. Satutas lekasan mah layar-layar diturunkeun. Keun urang teundeun di handeuleum sieum, tunda di...

Terhangat

Ke Atas