Connect with us

DIARY

Masa Depan Hari Ini

banceuyGERAK dan waktu bukan semata dampak rotasi bumi dari Barat ke Timur. Tetapi juga soal kedirian seseorang. Alur perjalanan hidup. Awal dan akhir. Tentu banyak peristiwa yang terjadi selama satuan waktu itu. Bergerak tanpa bisa dihentikan dari detik ke detik, hari ke hari, dan tahun ke tahun. Sejak lahir sampai ajal.

Astronomi pun tidak melulu membicarakan tatasurya. Tidak sedikit yang mempercayai horoskop. Garis hidup dikaitkan dengan tata letak matahari, planet, dan bintang. Tak bisa dibantah, fenomena itu melahirkan rumusan kelahiran seorang bayi berdasarkan garis bintang.

Ramalan bintang lahir dari proses pengamatan sepanjang masa. Setiap rentang waktu dipelajari tanda-tandanya. Ramalan lahir didasari peristiwa dalam waktu tertentu yang digambarkan dalam astrologi. Kemudian ditafsirkan ulang pada saat ini dan yang akan datang.

Kemampuan membaca masa depan, seringkali dianggap supranatural. Di luar jangkauan dan hanya bisa dilakukan orang-orang tertentu. Padahal, membaca masa depan sebetulnya membaca masa yang sedang berlangsung. Siapa menanam, dia akan menuai.

Setiap aktivitas yang sedang dijalani pasti akan berbuah pada masa yang akan datang. Berbagai peristiwa yang terjadi tempo hari dan saat ini akan menggambarkan kecenderungan yang bisa dirumuskan. Bila sekarang begini, besok akan begitu. Meramal masa depan bisa diartikan merancang perencanaan. Meramal masa depan adalah bagian dari manajemen. Membaca masa lalu sebagai rujukan dan titik balik.

Peristiwa-peristiwa dimediakan. Ditulis di koran atau dibukukan. Tak usah khawatir kekurangan bahan bacaan. Justru yang harus dicermati adalah minat baca dan menulis. Membaca dan menulis tak sekadar aktivitas dunia pendidikan, tetapi penggerak roda peradaban.

Tunas bangsa musti imajinatif. Tak cukup dicekok hafalan kaku yang hitam putih dan menjemukan.
Patut disyukuri, masih ada komunitas yang menggelorakan Gerakan Masyarakat Membaca (dan Menulis). Merangsang imajinasi dan daya ungkap.

Salah satunya pegiat gerakan literasi Komunitas Ngejah dari Singajaya Kabupaten Garut, penerima Anugerah Peduli Pendidikan dari Kemendikbud tahun 2015. Di Pangandaran ada Komunitas Belajar Sabalad yang meraih penghargaan sebagai Organisasi Kepemudaan Berprestasi Tingkat Nasional 2015. Di Tasikmalaya, Sanggar Sastra Tasik (SST) dan Beranda 57 terus menggeliat.

Bangsa ini tak boleh melahirkan generasi yang rabun membaca dan lumpuh menulis. ***

Lanjutkan
Komentari

Tinggalkan Balasan

DIARY

  • DIARY

    Silih Dangdanan

    POE ayeuna urang panggih jeung saha, di mana, nanaonan. Naha aya jejer carita nu diungkarakeun? Unggal...

  • DIARY

    Politik Gembira

    PENYAKIT dadakan bisa menyerang siapa saja saat berbicara di depan orang banyak. Mendadak sakit perut atau...

  • DIARY

    Impresi Koki

    BAIKLAH kita bahas ikhwal suka-duka seorang koki saja. Setiap hari bergelut dengan api. Namun dia harus...

  • DIARY

    Mengendapkan Uforia Reuni

    REUNI jadi kata kunci. Waktu dan peristiwa yang sudah dilalui dibatinkan kembali dalam kenangan. Direkontruksi dari...

  • DIARY

    Meneroka Lapis Puisi

    Menukam yang Tadi Hidup Aku sering diserbu pasukan pertanyaan Dari seribu pasukan bayangan Ihwal antrean yang...

  • DIARY

    Nyeungcleu

    NGARIUNG jeung kulawadet kelas Fisika SMAN 2 Tasikmalaya entragan 1989. Najan béda kelas jeung kuring, tapi...

Ke Atas